Saturday, 26 April 2014

Info Pedukuhan Pagertengah

Standard
Di mohon utk membayar iuran rejebpan Rp. 100ribu utk perantau. Ikhlasnya bisa di angsur. Bayare ke mas Parsudi Spmi

  • Foto Parsudi Spmi.







































    Foto Galih Indriastowo.
    Add caption








Foto Galih Indriastowo.
Add caption














Kanggo konco2 sik ning jabotabek iki ono proposal kanggo kegiatan rojaban /pengajian ning pagertengah ...mohon bantuan dananya...monggo sami2 direnggo bareng2.







pengajuan RABAT BETON jalur sidandang-pagertengah pengerjaan dimulai awal mei. sumber dana dari PNPM Md. Dengan dana Rp 242.785.000. Mohon doa dan dukungannya. Semangat...semangat....!

Profil Desa Wisata Tlogoguwo

Standard

Profil Desa Wisata Tlogoguwo


PROFIL DESA WISATA
Desa                                         :           TLOGOGUWO
Kecamatan                               :           KALIGESING
Kabupaten                                :           PURWOREJO
Provinsi                                     :           JAWA TENGAH

  1. Demografi dan jumlah penduduk miskin
  • Jumlah Kepala Keluarga             :          1.143    KK
  • Jumlah Warga Miskin                 :          375 KK , 1.183 orang
  • Mata pencaharian masyarakat                                          :
  1. Petani/Ternak                        (2.165   orang)
  2. Pedagang                              ( 57   orang )
  3. PNS/TNI/Polri                       (44   orang )
  1. Potensi pariwisata
  • Daya Tarik Wisata                  : Wisata “Kampung Ternak” Kambing Kaligesing/
Budidaya  kambing  etawa  , Pemandangan Alam, Air terjun, arena outbond,
  • Seni Budaya                             :  Kesenian Tradisional (dolalak, kethoprak, kuda lumping)
  • Lainnya                                     :  Budaya adat istiadat (baritan, saparan, rajaban)
  • Jumlah kunjungan per tahun
Wisatawan nusantara              :+1.000  orang
Wisatawan mancanegara        :  -          orang
  1. Jumlah usaha terkait dengan pariwisata yang dikembangkan masyarakat
  • Hotel/ Penginapan/ homestay           :  3 homestay
  • Transportasi/ angkutan                     :  Sepeda motor 10/mobil 2
  • Rumah Makan/ warung makan          :  2 buah
  • Kios Cinderamata                            :  -
  • Industri kecil kerajinan                      :2 buah
(kulit/kayu/logam/anyaman/gerabah/
keramik/kain/tenun/makanan/souvenir)
  • Lainnya                                           :Industri minyak atsiri                        : 5 buah
  1. Klaster Desa
    1. Desa Wisata
    2. Desa di Sekitar Daya Tarik Wisata / Berbasis Industri Kreatif
    3. Desa Pendukung Usaha Pariwisata / Kemitraan dengan Usaha Pariwisata
  1. foto desa wisata Tlogoguwo CIMG0166 CIMG0172 CIMG0174 CIMG0176 CIMG0456 CIMG0470
  2. Sarana dan prasarana pendukung kepariwisataan di Desa
  • Jalan Aspal (Jalan provinsi), jalan Desa  Rabat beton
  • Balai Pertemuan           : 2 tempat
  • Tempat Rekreasi          : 2 wisata alam, 1 wisata budaya
  1. Program  yang telah dilaksanakan dalam rangka pengembangan pariwisata  di desa wisata baik oleh pemerintah, pihak swasta maupun swadaya masyarakat
  • Pelatihan pembuatan kuliner : (susu karamel, susu bubuk) dari kambing Etawa, Kerupuk susu, gula jawa kristal, aneka kue,
  • Pelatihan pembuatan pupuk organik,
  • Pengembangan lokasi wisata air terjun, jalan antar kandang
  1. Kendala dan permasalahan dalam pengembangan desa wisata
  • Kurangnya kesadaran dan kapasitas masyarakat, sarana , infrastuktur,
  • Kurangnya program-program pemberdayaan masyarakat dari pemerintah,
  • Keterbatasan bantuan modal usaha dari pemerintah.

Friday, 25 April 2014

MENGAPA DUNIA MENGAKUI FINLANDIA MEMILIKI SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA ?

Standard

MENGAPA DUNIA MENGAKUI FINLANDIA MEMILIKI SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA ?



Sistem pendidikan Finlandia adalah yang terbaik di dunia. Rekor prestasi belajar siswa yang terbaik di negara-negara OECD dan di dunia dalam membaca, matematika, dan sains dicapai para siswa Finlandia dalam tes PISA. Amerika Serikat dan Eropa, seluruh dunia gempar.

BERIKUT APA YG DILAKUKAN PEMERINTAH FINLANDIA BAGI WARGA NEGARANYA

1. Untuk tiap bayi yang lahir kepada keluarganya diberi maternity package yang berisi 3 buku bacaan untuk ibu, ayah, dan bayi itu sendiri.

Alasannya, PAUD adalah tahap belajar pertama dan paling kritis dalam belajar sepanjang hayat. Sebesar 90% pertumbuhan otak terjadi pada usia balita dan 85% brain paths berkembang sebelum anak masuk SD (7 tahun).

2. Kegemaran membaca aktif didorong. Finlandia menerbitkan lebih banyak buku anak-anak daripada negeri mana pun di dunia. Guru diberi kebebasan melaksanakan kurikulum pemerintah, bebas memilih metode dan buku teks.

3. Stasiun TV menyiarkan program berbahasa asing dengan teks terjemahan dalam bahasa Finish sehingga anak-anak bahkan membaca waktu nonton TV.

4. Pendidikan di sekolah berlangsung rileks dan masuk kelas siswa harus melepas sepatu, hanya berkaus kaki. Belajar aktif diterapkan guru yang semuanya tamatan S2 dan dipilih dari the best ten lulusan universitas.

5. Orang Finlandia merasa lebih terhormat jadi guru daripada jadi dokter atau insinyur.

6. Frekuensi tes benar-benar dikurangi. Ujian nasional hanyalah Matriculation Examination untuk masuk PT.

7. Sekolah swasta mendapatkan dana sama besar dengan dana untuk sekolah negeri. Sebesar 25%

8. Kenaikan pendapatan nasional Finlandia disumbangkan oleh meningkatnya mutu pendidikan.

9. Dari negeri agraris yang tak terkenal kini Finlandia maju di bidang teknologi. Produk HP Nokia misalnya merajai pasar HP dunia. Itulah keajaiban pendidikan Finlandia.

Bagaimana Indonesia? Ada yang berpendapat, keunggulan mutu pendidikan Finlandia itu tidak mengherankan karena negeri ini amat kecil dengan jumlah penduduk sekitar 5 juta jiwa, penduduknya homogen, dan negaranya sudah eksis sekian ratus tahun. Sebaliknya, penduduk Indonesia lebih dari 220 juta jiwa, amat majemuk terdiri dari beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial. Indonesia baru merdeka 66 tahun. Pendapat senada dikemukakan oleh tokoh-tokoh dan pemerhati pendidikan Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang, dan negara-negara lain dibandingkan dengan negaranya.

Yang paling malu AS karena unit cost anggaran pendidikannya jauh melebihi Finlandia tapi siswanya mencapai ranking 17 dan 24 dalam tes PISA, sedangkan siswa Shanghai China ranking 1, Finlandia 2, dan Korea Selatan 3.

Penurut para pengamat, Soal siswa di Shanghai China juara masih diragukan karena belum menggambarkan keadaan mutu seluruh pendidikan China, melainkan hanya menggambarkan sebagian kecil pelajar Shanghai yg berhasil dalam tes, sementara hasil pengamatan secara menyeluruh terhadap negaranya menunjukkan mayoritas China masih berada jauh dari Findlandia.

Akhirnya semua mengakui bahwa sistem pendidikan Finlandia yang terbaik di dunia karena kebijakan-kebijakan pendidikan konsisten selama lebih dari 40 tahun walau partai yang memerintah berganti-ganti.

Secara umum kebijakan-kebijakan pendidikan China dan Korea Selatan (dan Singapura) juga konsisten dan hasilnya terlihat sekarang.

Kebijakan-kebijakan pendidikan Indonesia cenderung tentatif, suka coba-coba, dan sering berganti istilah, tiap ganti pemerintahan dan menteri maka akan ganti kebijakan tanpa arah dan tujuan yg jelas. Lalu bagaimana dengan kebijakan pendidikan Indonesia jika dibandingkan dengan Finlandia?

1. Kita masih asyik memborbardir siswa dengan sekian banyak tes (ulangan harian, ulangan blok, ulangan mid-semester, ulangan umum / kenaikan kelas, dan ujian nasional). Finlandia menganut kebijakan mengurangi tes jadi sesedikit mungkin. Tak ada ujian nasional sampai siswa yang menyelesaikan pendidikan SMA mengikuti matriculation examination untuk masuk PT.

2. Kita masih getol menerapkan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sehingga siswa yang gagal tes harus mengikuti tes remidial dan masih ada tinggal kelas. Sebaliknya, Finlandia menganut kebijakan automatic promotion, naik kelas otomatis. Guru siap dan lebih memberi perhatian untuk membantu siswa yang tertinggal sehingga semua naik kelas.

3. Kita masih berpikir bahwa PR amat penting untuk membiasakan siswa disiplin belajar. Bahkan, di sekolah tertentu, tiada hari tanpa PR. Sebaliknya, di Finlandia PR tidak di utamakan, namun jika ada masih bisa ditolerir tapi maksimum hanya menyita waktu tidak lebih dari setengah jam waktu anak belajar di rumah.

4. Kita masih pusing meningkatkan kualifikasi guru SD agar setara dengan S1, di Finlandia semua guru harus tamatan S2. Dan mendapatkan pelatihan peningkatan kualitas teknik mengajar dan pemecahan masalah kesiswaan secara rutin.

5. Kita masih menerima calon guru yang lulus dengan nilai pas-pasan, sedangkan di Finlandia guru hanya di ambil dari 10% lulusan terbaik (the best ten) lulusan universitas yang ada disana.

6. Kita masih sibuk memaksa guru membuat silabus dan RPP mengikuti model dari Pusat dan memaksa guru memakai buku pelajaran BSE (Buku Sekolah Elektronik), di Finlandia para guru bebas memilih bentuk atau model persiapan mengajar dan memilih metode serta buku pelajaran sesuai dengan pertimbangannya.

7. Hanya segelintir guru di tanah air yang membuat proses belajar-mengajar itu menyenangkan (learning is fun) melalui penerapan belajar aktif. Terbanyak guru masih getol mengajar satu arah dengan metode ceramah amat dominan. Sedangkan, di Finlandia terbanyak guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui implementasi belajar aktif dan para siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Motivasi intrinsik siswa adalah kata kunci keberhasilan dalam belajar. Anak dibebaskan berpendapat sesuai jalan pikirannya masing2 tanpa harus selalu sama dengan pendapat para gurunya.

8. Di tanah air kita terseret arus mengkotak-kotakkan siswa dalam kelas reguler dan kelas anak akselerasi, kelas anak lamban, kelas berbahasa Indonesia dan kelas bilingual (bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar) dan membuat pengkastaan sekolah (sekolah berstandar nasional, sekolah nasional plus, sekolah berstandar internasional, sekolah negeri yang di anak emaskan dan sekolah swasta yang dianaktirikan). Sebaliknya di Finlandia, sama sekali tidak ada pengkotakan siswa dan pengkastaan sekolah. Sekolah swasta mendapatkan besaran dana yang sama dengan sekolah negeri.

9. Di Indonesia bahasa Inggris wajib diajarkan sejak kelas I SMP, di Finlandia bahasa Inggris mulai diajarkan dari kelas III SD. Alasan kebijakan ini adalah memenangkan persaingan ekonomi di Eropa, membuka kesempatan kerja lebih luas bagi lulusan, mengembangkan wawasan menghargai keanekaragaman kultural.

10. Di Indonesia siswa-siswa kita ke sekolah sebanyak 220 hari dalam setahun (termasuk negara yang menerapkan jumlah hari belajar efektif dalam setahun yang tertinggi di dunia). Sebaliknya, siswa-siswa Finlandia ke sekolah hanya sebanyak 190 hari dalam satu tahun. Jumlah hari liburnya 30 hari lebih banyak daripada hari libur di Indonesia. Kita masih menganut pandangan bahwa semakin sering ke sekolah anak makin pintar, mereka malah berpandangan semakin banyak hari libur anak makin pintar.

Ditulis oleh: S Belen Sumber: http://sbelen.wordpress.com/2011/08/08/mengapa-mutu-pendidikan-finlandia-terbaik-di-dunia/


CATATAN TAMBAHAN BAGI YG MASIH INGIN TAHU RAHASIA SUKSES PENDIDIKAN DI FINLANDIA;

1. Setiap anak diwajibkan mempelajari bahasa Inggris serta wajib membaca satu buku setiap minggu.

2. Sistem pendidikannya yang gratis sejak TK hingga tingkat universitas.

3. Wajib belajar diterapkan kepada setiap anak sejak umur 7 tahun hingga 14 tahun.

4. Selama masa pendidikan berlangsung, guru mendampingi proses belajar setiap siswa, khususnya mendampingi para siswa yang agak lamban atau lemah dalam hal belajar. Malah terhadap siswa yang lemah, sekolah menyiapkan guru bantu untuk mendampingi siswa tersebut serta kepada mereka diberikan les privat.

5. Setiap guru wajib membuat evaluasi mengenai perkembangan belajar dari setiap siswa.

6. Ada perhatian yang khusus terhadap siswa-siswa pada tahap sekolah dasar, karena bagi mereka, menyelesaikan atau mengatasi masalah belajar bagi anak umur sekitar 7 tahun adalah jauh lebih mudah daripada siswa yang telah berumur 14 tahun.

7. Orang tua bebas memilih sekolah untuk anaknya, meskipun perbedaan mutu antar-sekolah amat sangat kecil.

8. Semua fasilitas belajar-mengajar dibayar serta disiapkan oleh negara.

9. Negara membayar biaya kurang lebih 200 ribu Euro per siswa untuk dapat menyelesaikan studinya hingga tingkat universitas

10. Baik miskin maupun kaya semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar serta meraih cita-citanya karena semua ditanggung oleh negara

11. Pemerintah tidak segan-segan mengeluarkan dana demi peningkatan mutu pendidikan itu sendiri.

12. Makan-minum di sekolah serta transportasi anak menuju ke sekolah semuanya ditangani oleh pemerintah.

13. Biaya pendidkan datang dari pajak daerah, provinsi, serta dari tingkat nasional.

14. Khusus mengenai para GURU: setiap guru menerima gaji rata-rata 3400 euro per bulan. Guru disiapkan bukan saja untuk menjadi seorang profesor atau pengajar, melainkan disiapkan juga khususnya untuk menjadi seorang ahli pendidikan. Makanya, untuk menjadi guru pada sekolah dasar atau TK saja, guru itu harus memiliki tingkat pendidikan universitas.

Inilah beberapa catatan mengenai RAHASIA atau filosofi KEBERHASILAN PENDIDIKAN DI FINLANDIA.

Siapa yg berkenan bisa menyampaikan pada pihak pengambil kebijakan di seluruh daerah di Indonesia termasuk di DKI Jakarta, barang kali saja Pak Jokowi bisa menjadikan Jakarta sebagai Proyek Percontohan bagi pendidikan di Indonesia.

Mengenal Sistem Pendidikan Negara Finlandia

Standard

Mengenal Sistem Pendidikan Negara Finlandia

 
Tahukah Anda bahwa Finlandia menduduki peringkat pertama di dunia sebagai negara yang memiliki kualitas pendidikan terbaik? Negara Skandinavia ini selalu menempati urutan pertama dalam penilaian yang dilakukan oleh Program for International Student Assestment (PISA) sejak tahun 2003. Perlu Anda ketahui bahwa anggaran pendidikan di negara yang beribukota di Helsinski ini lebih tinggi dibandingkan dengan negara Eropa lainnya. Selain unggul secara kualitas pendidikan, Finlandia juga juara dalam pendidikan anak-anak lemah mental.
 
Sistem pendidikan Finlandia merupakan kerja keras dari Profesor Reuven Feuerstein. Konsep pendidikan Feuerstein telah digunakan Finlandia selama lebih dari 20 tahun. Sistem Feuerstein berfokus pada konsep bahwa setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda untuk mengubah diri. Kuncinya adalah identifikasi faktor penghambat dan lebih fokus pada kelebihan untuk mengembangkan kemampuan belajar setiap orang.
 
Sistem pendidikan Feuerstein ini pertama kali diimplementasikan tahun 1952 pada anak-anak yang selamat dari Holocaust. Rahasia konsep pendidikan yang dibuat Feuerstein terletak pada penanaman pembelajaran dan strategi berpikir kognitif, bukannya fokus pada penghafalan konten. 
 
Apa saja kunci kesuksesan sistem pendidikan Finlandia? “Intelligence plus character-that is the goal of true education” kutipan milik Martin Luther King, Jr rasanya pantas menggambarkan sistem pendidikan Finlandia. Simak beberapa poin dari sistem pendidikan Finlandia yang terangkum di bawah ini. 
 
 
  • Konsep pendidikan Finlandia adalah “Test less, Learn more”
  • Biaya pendidikan di Finlandia gratis hingga jenjang universitas. Pemerintah menilai performa siswa dengan mengambil 10 persen dari pekerjaan selama di sekolah.
  • Jam sekolah siswa Finlandia jauh lebih sedikit dibandingkan banyak negara. Siswa mulai sekolah pada usia 7 tahun dan hanya menghabiskan 30 jam per minggu. 
  • Sistem pendidikan Finlandia tidak membebankan banyak tugas pada siswa. Homework doesn’t make you smart. Berbeda dengan sistem pendidikan Amerika yang memberikan PR (pekerjaan rumah) selama 2 – 3 jam per hari, Finlandia hanya memberlakukan homework maksimal 30 menit per hari.
  • Finlandia tidak memiliki sistem ujian nasional. Satu-satunya mata pelajaran yang wajib diikuti oleh siswa adalah bahasa Finlandia (Finnish).
  • Jumlah siswa di setiap kelas sangat terbatas, hanya 20 orang per kelas pada tahun pertama sekolah serta tahun keenam dan ketujuh. Jika ada siswa yang tertinggal kelas, ada satu guru yang ditugaskan untuk membantu siswa mengejar ketinggalan.
  • Semua guru pengajar di Finlandia harus memiliki gelar master sebelum mengajar. Guru pengajar yang bergelar S2 bertindak sebagai guru mata pelajaran, sedangkan guru kedua yang bergelar S1 menjadi pengawas atau pembimbing setiap siswa dalam memahami bidang studi.
  • Pelajar diberi otonomi khusus untuk menentukan jadwal ujian mata pelajaran yang menurutnya sudah dikuasai.
  • Anak Finlandia tidak diijinkan untuk bersekolah sebelum usia tujuh tahun. TK di Finlandia tidak membebankan pelajaran pada anak-anak karena menghormati masa kecil dan hak mereka untuk bermain. 
  • Setiap siswa diwajibkan membaca 1 buku setiap minggunya.
  • Bahasa asing mulai diajarkan sejak tahun pertama sekolah. Alasan kebijakan ini adalah untuk memenangkan persaingan ekonomi Eropa, mengembangkan wawasan dalam menghargai keragaman kultur.
  • Metode pembelajaran bukan ceramah, melainkan dengan penerapan belajar aktif. Suasana proses belajar menyenangkan, metode dikte atau menyuruh dihilangkan karena akan emmbuat siswa tertekan.
  • Guru tidak memberikan kritik terhadap pekerjaan siswa dengan kata “Kamu salah” karena hal tersebut akan membuat siswa malu sehingga menghambat proses pemahamannya. 
  • Tidak ada sistem rangking dalam metode pembelajaran Finlandia. Siswa diminta membandingkan pekerjaannya sendiri dengan hasil sebelumnya. Siswa juga tidak dituntut untuk bisa menjawab dengan benar, namun dihargai karena sudah berusaha sebaik mungkin.
  • Siswa tidak perlu memakai sepatu ketika sedang belajar di kelas. Siswa juga tidak perlu memakai seragam saat bersekolah, bahkan kepala sekolah mengenakan kemeja krah terbuka dan celana jins.
  • Sekolah tingkat dasar dan menengah digabung, sehingga siswa tidak perlu berganti sekolah saat usia 13. Pergantian sekolah juga tidak memerlukan ijazah seperti Indonesia, namun hanya dengan nilai rapor.
  • Stasiun TV yang menyiarkan program berbahasa asing wajib menyertakan teks terjemahan dalam bahasa Finnish agar anak-anak belajar ketika menonton TV.

15 SISTEM PENDIDIKAN FINLANDIA YANG BISA DITERAPKAN INDONESIA

Standard


Beberapa hal yang mungkin bisa ditiru atau diterapkan, dari sistem pendidikan yang ada di Finladia, untuk Indonesia diantaranya :
Kita tahu Finlandia menjadi negara dengan Pendidikan terbaik di dunia. Disana peserta didik sangat diperhatikan dengan luar biasa baik, tanpa ada pemberian beban berat untuk belajar. Karena itulah dari segi sistem dan prestasi yang baik, sangat wajar kalau pendidikan mereka nomor satu.
1. Anak Finlandia tidak memulai sekolah sampai usia mereka 7 Thn. ( Bandingkan dengan para orangtua di Indonesia justru bangga anaknya sekolah pada usia dibawah usia 7 tahun. bahkan dengan beben pembelajaran yang berat.)
2. Tidak di bebani Ujian dan PR, sampai menjelang usia mereka remaja.
3. Anak-anak tidak diukur sama sekali selama enam tahun pertama pendidikan mereka. ( Pada sistem pendidikan kita , Murid SD sampai stress karena sering ditakuti Pihak sekolah, dengan seabreg Ujian, Padahal terkadang anak sering tidak diajar ).
The children are not measured at all for the first six years of their education.
4. Hanya ada satu tes standar wajib di Finlandia, yang diambil ketika anak-anak berusia 16 Tahun. ( Bandingkan dengan sistem ujian ujian di SMP dan  SMA, Ditambah UN, bukan saja membuat Lembaga pendidikan tidak jujur, Anak hanya dihargai Otaknya saja, Minus bakat dan Minat,)
5. Tidak ada Kelas Unggulan,semua kemampuan berada pada kelas yang sama. Dan terbukti akhirnya RSBI /RSI di indonesia oleh MK dicabut keberadaanya, karena akan tercipta kasta kasta baru dalam dunia pendidikan.
6.Finlandia menghabiskan sekitar 30 persen lebih untuk biaya pendidikan  per siswa mengungguli  Amerika Serikat.
7.  30 persen anak-anak menerima bantuan tambahan selama sembilan tahun pertama mereka sekolah.
8. 66 persen siswa masuk ke perguruan tinggi.Dan tertinggi di erofa
9.  Nyaris semua siswa memilki kemampuan akademis yang merata
10. Kelas sains maksimal 16 siswa sehingga mereka dapat melakukan eksperimen praktis dalam setiap kelas.
.Science classes are capped at 16 students so that they may perform practical experiments in every class.
11. 93 persen masyarakat Finlandia lulus dari SMA.bahkan17,5  peresen lebih tinggi dari AS.
12. 43 persen dari Finlandia siswa sekolah menengah pergi ke sekolah kejuruan.
13.Siswa SD mendapatkan 75 menit dari istirahat sehari di Finlandia dibandingkan rata-rata 27 menit di Amerika Serikat.
43 percent of Finnish high-school students go to vocational schools.
14. Guru hanya menghabiskan 4 jam sehari di dalam kelas, dan mengambil 2 jam seminggu untuk “pengembangan profesional.”
Teachers only spend 4 hours a day in the classroom, and take 2 hours a week for “professional development.”
15. Finlandia memiliki jumlah  guru sebanyak di  New York City, namun siswa jauh lebih sedikit. Dengan perbandingan 600.000 siswa di finlandia dengan 1,1 juta di NYC.