Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Saturday, 26 April 2014

Profil Desa Wisata Tlogoguwo

Standard

Profil Desa Wisata Tlogoguwo


PROFIL DESA WISATA
Desa                                         :           TLOGOGUWO
Kecamatan                               :           KALIGESING
Kabupaten                                :           PURWOREJO
Provinsi                                     :           JAWA TENGAH

  1. Demografi dan jumlah penduduk miskin
  • Jumlah Kepala Keluarga             :          1.143    KK
  • Jumlah Warga Miskin                 :          375 KK , 1.183 orang
  • Mata pencaharian masyarakat                                          :
  1. Petani/Ternak                        (2.165   orang)
  2. Pedagang                              ( 57   orang )
  3. PNS/TNI/Polri                       (44   orang )
  1. Potensi pariwisata
  • Daya Tarik Wisata                  : Wisata “Kampung Ternak” Kambing Kaligesing/
Budidaya  kambing  etawa  , Pemandangan Alam, Air terjun, arena outbond,
  • Seni Budaya                             :  Kesenian Tradisional (dolalak, kethoprak, kuda lumping)
  • Lainnya                                     :  Budaya adat istiadat (baritan, saparan, rajaban)
  • Jumlah kunjungan per tahun
Wisatawan nusantara              :+1.000  orang
Wisatawan mancanegara        :  -          orang
  1. Jumlah usaha terkait dengan pariwisata yang dikembangkan masyarakat
  • Hotel/ Penginapan/ homestay           :  3 homestay
  • Transportasi/ angkutan                     :  Sepeda motor 10/mobil 2
  • Rumah Makan/ warung makan          :  2 buah
  • Kios Cinderamata                            :  -
  • Industri kecil kerajinan                      :2 buah
(kulit/kayu/logam/anyaman/gerabah/
keramik/kain/tenun/makanan/souvenir)
  • Lainnya                                           :Industri minyak atsiri                        : 5 buah
  1. Klaster Desa
    1. Desa Wisata
    2. Desa di Sekitar Daya Tarik Wisata / Berbasis Industri Kreatif
    3. Desa Pendukung Usaha Pariwisata / Kemitraan dengan Usaha Pariwisata
  1. foto desa wisata Tlogoguwo CIMG0166 CIMG0172 CIMG0174 CIMG0176 CIMG0456 CIMG0470
  2. Sarana dan prasarana pendukung kepariwisataan di Desa
  • Jalan Aspal (Jalan provinsi), jalan Desa  Rabat beton
  • Balai Pertemuan           : 2 tempat
  • Tempat Rekreasi          : 2 wisata alam, 1 wisata budaya
  1. Program  yang telah dilaksanakan dalam rangka pengembangan pariwisata  di desa wisata baik oleh pemerintah, pihak swasta maupun swadaya masyarakat
  • Pelatihan pembuatan kuliner : (susu karamel, susu bubuk) dari kambing Etawa, Kerupuk susu, gula jawa kristal, aneka kue,
  • Pelatihan pembuatan pupuk organik,
  • Pengembangan lokasi wisata air terjun, jalan antar kandang
  1. Kendala dan permasalahan dalam pengembangan desa wisata
  • Kurangnya kesadaran dan kapasitas masyarakat, sarana , infrastuktur,
  • Kurangnya program-program pemberdayaan masyarakat dari pemerintah,
  • Keterbatasan bantuan modal usaha dari pemerintah.

Saturday, 6 April 2013

Museum Tosan Aji Purworejo

Standard

Museum Tosan Aji Purworejo

Sekelumit Tentang Tosan Aji
Tosan aji merupakan salah satu hasil budaya bangsa pada masa perundagian sebagai warisan nenek moyang yang menunjukkan salah satu identitas budaya bangsa yang sampai kepada kita sekarang. Yang dimaksud Tosan Aji adalah sejenis senjata pusaka dari logam besi yang mendapat tempat terhormat (yang dihargai) di mata masyarakat terutama pada masa lampau, diantaranya berupa keris, tombak, pedang,kudi dan menur. Dalam alam pemikiran masyarakat lebih-lebih pada masa lampau Tosan Aji dianggap memiliki kekuatan gaib/kesaktian yang dapat mempengaruhi dalam kehidupan masyarakat.

Alam pemikiran demikian berproses seirama dengan religi kemasyarakatan dan perkembangan jaman. Menurut D.G Stibe dan Letkol Uhlenbech dalam Encyclopedie-nya dinyatakan bahwa pada musium Antrhropologi /Ethnografi di Leiden telah disimpan keris yang berasal dan ditemukan di tengah-tengah stupa besar candi Borobudur. Yang diperkirakan keris tersebut sudah tua ketika dimasukkan ke dalam stupa yang kemungkinan sekali bersamaan dengan saat didirikan Candi Borobudur kurang lebih abad VIII. Dengan demikian pada waktu itu Tosan Aji telah mendapatkan tempat tinggi pada dalam kehidupan religi kemasyarakatan sehingga ditempatkan dalam bangunan monumental - religius – Borobudur. Nilai-nilai itulah yang kemungkinan melatar belakangi tingginya harga sebuah Tosan Aji

Sejarah Singkat Museum Tosan AjiMuseum Tosan Aji Purworejo diprakarsai pendiriannya oleh Menteri Dalam Negeri Bpk. Soepardjo Rustam. Sedangkan peresmian Museum Tosan Aji Purworejo oleh Gubernur KDH Tingkat 1 Jawa Tengah Bpk. Ismail pada tanggal 13 April 1987. Lokasi Museum pada waktu itu terletak di Pendopo Kawedanan Kutoarjo.

Pada tanggal 10 Juni 2001 oleh Pemerintahan Kabupaten Purworejo, koleksi Museum Tosan Aji Purworejo dipindah dari Kutoarjo ke Kota Purworejo menempati bangunan bekas Pengadilan Negeri pada jaman Belanda yaitu di Jln. Mayjend Sutoyo no 10 atau di sebelah selatan Alun-Alun Purworejo sebagai upaya mewujudkan lokasi wisata terpadu meliputi beberapa bangunan bersejarah seperti Masjid Agung Darul Mutaqin di sebelah barat alun-alundengan Bedug Pendowonya terbesar di Indonesia mungkin di dunia, Pendopo Kabupaten Purworejo di sebelah utara alun-alun, Gereja GPIB di sebelah timur dan sebelah selatan bangunan kantor Setda Purworejo dan Museum

Peranan dan HarapanMuseum Tosan Aji Purworejo merupakan museum khusus yang hanya menyajikan satu jenis koleksi yaitu Tosan Aji, akan tetapi pada perkembangannya Museum Tosan Aji tidak hanya menampilkan koleksi Tosan Aji saja, namun juga menampilkan berbagai koleksi Benda cagar budaya yang banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Purworejo, baik pada masa prasejarah maupun pada masa klasik. Koleksi pusaka yang dimiliki lebih dari 1000 bilah terdiri dari Keris, Pedang, Tombak,Kujang/kudi, Cundrik, Granggang yang berasal dari masa Kerajaan Pajajaran, Majapahit hingga sekarang, dan tersimpan pula benda-benda cagar budaya lainnya seperti Gamelan Kuno Kyai Cokronegoro, hadiah dari Sri Susuhunan Pakubuwono VI kepada Bupati Purworejo pertama “Cokronegoro I” serta beberapa Prasasti, Arca, Lingga, Yoni, Fragmen, Lumpang, Guci, Beliung, Batu Gong,Gerabah, Menhir, dan Fosil.

Peran Museum Tosan Aji sebagai tempat wisata edukatif dengan menyajikan koleksi dan informasi yang banyak dibutuhkan untuk pendidikan sejarah serta sebagai tempat tujuan wisata yang menyenangkan dan bernilai tinggi.

Harapannya pengunjung mampu mengadakan perenungan dan pengkajian tentang nilai-nilai luhur melalui koleksi-koleksi yang dipamerkan serta dapat mengambil hikah sebagai pesan sejarah yang harus diselamatkan sehingga dapat mensikapi perkembangan di kemudian hari yang penuh kompetitif (sumber : Pemda Purworejo)
Lokasi Museum
Jalan Mayjend. Sutoyo No.10, Purworejo
Telp. 0275-321033

Peta Lokasi Museum Tosan Aji
Transportasi
Jarak tempuh dari Terminal Bus : 4 Km

Jadwal KunjungSenin s/d Kamis : 08.00 - 14.00 WIB
Jum'at : 08.00 - 11.00 WIB
Sabtu : 08.00 - 12.30 WIB
Minggu dan Hari Besar tutup
Harga Karcis
Dewasa : Rp 500,-
Anak-anak : Rp 300,-

Fasilitas
Luas Tanah / Luas Bangunan : 3.000 m2 / 900 m2
- Ruang Laboratorium/Konservasi
- Ruang Penyimpanan Koleksi
- Ruang Administrasi
- Kantin/Cafetaria
- Toilet

Organisasi
Jumlah Pegawai 5 orang
- Kurator : 1 orang
- Konservator : 2 orang
- Tenaga Fungsional : 1 orang
- Keamanan : 1 orang

Program Museum
Pameran Khusus, Workshop, Seminar, Penyuluhan.

Sumber :http://www.jatengexpo.com
http://www.museum-indonesia.net/index.php?option=com
Photo : http://www.museumronggowarsito.org

Curug Jeketro

Standard

Curug Jeketro



Obyek wisata Curug Jeketro yang berupa air terjun ini terletak di Desa Kaligono, Kecamatan KaligesingKabupaten Purworejo atau sekitar 11 km dari Purworejo ke arah Timur. Curug Jeketro berada diketinggian 240 m diatas permukaan air laut dengan tinggi air terjun 15 m.

Potensi wisata ini masih alami dan cocok bagi wisata adventure. Keunikan dari Air terjun ini adalah jumlahnya sebanyak 3 buah yang masing-masing berjarak 200 m dari curug yang satu ke satunya lagi
Objek Wisata Di Indonesia Surga Dunia.

Benteng Pendem

Standard

Benteng Pendem
















Benteng Pendem terletak di perbukitan Dukuh Kalimaro, dusun Bapangsari, Krendetan, Kecamatan Bagelen,Purworejo dengan ketinggian 200 m dpl. Benteng Pendem merupakan benteng peninggalan tentara Jepang yang dibangun pada tahun 1945 dengan jumlah keseluruhan 29 buah. Tujuan dibangun-nya benteng ini adalah sebagai tempat pertahanan dan pengintaian Jepang dalam menghadapi musuh, terutama yang datang dari arah Selatan. Obyek ini didukung dengan panorama yang indah dan sarana transportasi yang mudah dijangkau dengan lokasi
Wisata Indonesia Surga Dunia

Pantai Jatimalang

Standard

Pantai Jatimalang
















Pantai Jatimalang Terletak di Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi yang berjarak + 18 km dari pusat kotaPurworejo. Pantai Jatimalang merupakan potensi wisata alam keindahan Laut Selatan. Akses masuk ke potensi wisata Jatimalang ini sudah dilengkapi dengan beberapa sarana dan prasarana seperti jalan hotmik sampai tepi pantai, bangunan gasebo, tempat pelelangan ikan (TPI) dengan beberapa perahu penangkap ikan dan beberapa rumah makan yang menyajikan sajian ikan bakar segar dari tangkapan para nelayan setempat
Wisata Indonesia Surga Dunia

PANTAI KETAWANG

Standard














Purworejo-Pantai Ketawang Obyek wisata yang terletak di desa Ketawang, Kecamatan Grabag + 18 km dariPurworejo ini merupakan pantai tradisional yang sangat indah dengan deburan ombak laut Selatan.

Seperti Ciri khas pantai Pantai Di selatan, pantai Ketawang ini juga memiliki ombak yang sangat besar, bisa mencapai ketingian 3 meter. Pantai ketawang ini memiliki bibir pantai yang sangat luas, dengan hamparan pasirnya yang lembut.

Pantai yang berada di sebelah selatan kota kutoarjo ini sangat ramai dikunjungi wisatawan pada saat hari raya idul fitri, hal ini sudah menjadi tradisi bagi para penduduk dikabupaten purworejo dan sekitarnya.
Wisata Indonesia Surga Dunia

Wednesday, 27 March 2013

Duren Kaligesing

Standard

Duren Kaligesing Lan Sejatining Hurip

11th January 2012

Kita musti banyak belajar dari cara hidup masyarakat Kaligesing di musim durian.
Ketika musim durian tiba, hampir semua sudut kota Purworejo penuh dengan pedagang durian. Pemandangan ini pada prinsipnya sama dengan pemandangan daerah lain ketika musim buah-buahan tiba. Sebut saja misalnya ketika musim mangga tiba, maka daerah sepanjang Indramayu di Jawa Barat atau Probolinggo di Jawa Timur penuh dengan pedagang mangga musiman. Demikian juga di Purworejo, saat musim durian tiba, pedagang durian musiman bagaikan laron di musim hujan. Di pasar-pasar, di emper toko, di pinggir jalan, bahkan di halaman masjid, penuh dengan durian. Saat musim durian tiba, stok durian di Purworejo berlebih, dampaknya harga durian terjun bebas hingga Rp 3000 per buah.
durian kaligesing
Ada beberapa wilayah di Purworejo yang merupakan sentra perkebunan durian, seperti Loano, Gebang dan Bruno, tetapi penghasil durian terbesar di Purworejo adalah wilayah Kecamatan Kaligesing. Kaligesing adalah nama salah satu dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kecamatan dengan luas 69 km² ini memiliki jumlah penduduk sekitar 35.562 jiwa menurut data BPS tahun 2000. Kecamatan yang berada di perbukitan ini memiliki 21 desa atau kelurahan.
Kaligesing memiliki banyak keunikan. Ia bahkan lebih terkenal bila dibandingkan kecamatan lain di Purworejo. Nama Kaligesing menasional setidaknya karena beberapa hal seperti, tempat kelahiran Pahlawan Nasional WR Supratman, Kambing Ettawa, Goa Seplawan , Tari Dolalak, dan Duren Kaligesing.
Masyarakat di sekitar Purworejo sudah mafhum dengan “kehebatan” durian Kaligesing. Dulu, ketika musim liburan semester, teman saya yang kebetulan kuliah di UGM selalu main ke Kaligesing berburu durian. Pada musim durian, kota Purworejo menjadi “hidup”. Pecinta durian dari Wonosobo, Magelang, Kebumen, Jogjakarta berbondong-bondong ke Kaligesing untuk menikmati durian yang memang punya rasa khas. Bahkan, ada teman saya dari Jakarta, seorang lawyer yang rela ke Purworejo hanya untuk menyantap durian Kaligesing.
Mengapa durian Kaligesing punya daya “magis” sehingga banyak orang merindukannya? Iya, karena durian ini berbeda rasa dengan durian lain, meski sama-sama dari Purworejo. Kualitas rasa durian Kaligesing terjaga sejak zaman dulu hingga sekarang. Tak heran kalau banyak orang yang bilang ,”jangan bilang pecinta durian kalau belum makan durian Kaligesing”.
Rahasia Di Balik Rasa
Keistimewaan durian Kaligesing ada pada rasanya. Sulit dilukiskan dengan kata-kata. Yang jelas manis, legit, nyamleng, dan tidak bikin mual. Jika tidak ingat kolesterol, maka orang akan makan durian Kaligesing sepuasnya dan sekenyangnya sampai mblenger .
Keistimewaan ini bukan tanpa usaha. Awal Januari 2012, kebetulan ke Purworejo dan bertemu dengan teman saya yang asal usulnya dari Kaligesing. Teman saya ini sekarang tinggal di Jakarta, orang tua di Gebang. Ia memiliki silsilah dari Kaligesing. Setiap kali musim durian, keluarga yang di Gebang selalu dikirimi durian. Saya penasaran dengan kehebatan durian Kaligesing, lalu saya banyak tanya terhadap teman saya ini. Ia lantas bercerita.
Menurutnya, durian Kaligesing berbeda dengan durian lain karena buahnya masak dari pohon, tidak dipetik sebelum jatuh. Durian Kaligesing tidak diimbu sebagaimana durian-durian lain. Durian Kaligesing matang bukan karena disimpan, tetapi matang secara alami.
Masyarakat Kaligesing, kata teman saya, punya tradisi yang dipertahankan sejak dulu sampai hari ini untuk menjaga kualitas duriannya. Setiap kali musim durian, masyarakat se-Kaligesing sudah paham dengan aturan tak tertulis, bahwa siapapun dilarang memetik durian. Masyarakat sepakat durian sengaja dibiarkan jatuh dengan sendirinya. Masing-masing orang yang memiliki pohon durian wajib menjaga duriannya, baik siang atau malam hari. Setiap orang yang punya pohon durian wajib ronda menjaga duriannya.
Jika kebetulan ada orang yang melihat durian tetangga jatuh, maka orang itu wajib melaporkan durian itu kepada pemiliknya. Ia dilarang menyembunyikan apalagi memilikinya. Jika melanggar, ndilalahnya ada saja sial yang dialaminya. Atau bisa jadi, tetangga yang lain ramai-ramai mencemoohnya.
Jika ada orang yang memaksakan diri memanen duriannya dengan cara memetiknya, maka orang itu akan terkucil dengan sendirinya. Jika ada orang yang menyembunyikan durian tetangga yang tidak diketahui pemiliknya, orang itu lama kelamaan akan mengakui, bahwa ia telah nyolong durian tetangga. Maka, di Kaligesing tidak ada pedagang yang membeli durian yang masih di atas, apalagi dengan sistem ijon, sebagaimana yang dilarang syariat Islam.
Tradisi ini terpelihara sejak ratusan tahun yang lalu, hingga kini. Hebatnya, masyarakat Kaligesing seolah satu suara, koor dan sepakat mempertahankan tradisi yang luar biasa ini. Maka, tidak heran kalau Kaligesing adem ayem dan aman tenteram, karena setiap orang memiliki kesadaran yang tinggi. Setiap orang tahu betul hak dan kewajibannya dan setiap orang tahu sanksi yang bakal diterimanya jika melanggar aturan itu.
Hikmah yang Terkandung
Berkaca dari pola hidup masyarakat Kaligesing dalam hal menjaga cita rasa duriannya, maka sejatinya orang hidup di mana pun, sejatining hurip, setiap orang harus bisa menahan diri, harus bisa menempatkan diri, dan harus bisa menjaga diri. Masyarakat Kaligesing bisa menahan diri untuk tidak terburu-buru memanen durian. Masyarakat Kaligesing bisa menempatkan diri untuk tidak menyerobot durian tetangga yang jatuh. Masyarakat Kaligesing bisa menjaga diri untuk tetap mempertahankan ciri khas durian “miliknya”. Masyarakat Kaligesing sepakat “berpuasa “ untuk memetik hasil yang maksimal. Dan, hasil maksimal itu adalah sebagaimana yang saya dan Anda semua rasakan, “Duren Kaligesing memang Beda
Prestasi dan perjuangan masyarakat Kaligesing seharusnya mendapatkan perhatian dan apresiasi dari pemerintah daerah. Setidaknya pemerintah bisa membantu mengampanyekan potensi ini hingga ke luar daerah, jika perlu ke tingkat nasional. Lebih jauh pemerintah daerah harus bisa menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa durian Kaligesing memiliki keunikan tersendiri, sebelum diklaim oleh daerah lain atau oleh Malaysia. Itu saja. Sri Widodo Soetardjowijono.

thank's to :
http://bloggerpurworejo.com

Asal Usul Kaligesing

Standard

ASAL-USUL KALIGESING 

Adalah seorang putri bernama Talakbroto.Pada masa hidupnya konon ia dikenal sebagai putri yang sangat molek dan berambut sangat panjang.Karena panjangnya,sehingga bila hendak mengadakan suatu perjalanan harus ada beberapa orang pengawal yang memegangi rambutnya.Sebab rambutnya sulit dibuat sanggul atau diikat.

Berita kecantikan Talakbroto tersebar kemana-mana dan banyak pria yang terarik padanya.Namun belum ada yang berani melamarnya.Karena mereka semua tahu bahwa ia putri dari Brojosingo seorang yang sangat disegani dan ditakuti di daerah itu.

Pada masa mudanya,Brojosingo adalah salah satu prajurit Majapahit yang sangat sakti.Brojosingo bersama Brojonolo dan Brojotoko pernah mendapat tugas untuk memimpin prajurit majapahit melawan kadipaten Blambangan yang saat itu mau memberontak.

Meskipun mereka semua orang sakti,namun pada kenyataannya tak ada yang mampu melawan keampuhan gada wesi kuning milik Menak Jinggo,adipati blambangan ketika itu.

Karena kalah perang,tiga senopati itu malu dan takut pulang ke Majapahit.Brojosingo bersama istri dan dua anaknya,Caranggesing dan Talakbroto lari kebarat sampai kepegunungan menoreh.Ditempat barunya ia hidup sebagai petani.

Sedangkan anaknya Caranggesing setelah dewasa sangat ditakuti orang.Ia bersifat sangat keras kepala.Pada suatu hari Caranggesing berkuda untuk menikmati pemandangan alam.Saat ditengah perjalanan tiba-tiba kudanya berhenti karena didepannya ada rumpun bambu yang roboh dan menghalangi jalan.Rumpun bambu itu kemudian dihancurkan dengan kedua tangannya.Namun bukan hanya bambu yang hancur tapi juga batu disekitarnya.Dari kejadian itu kemudian tempat tersebut sekarang bernama watu belah.

Suatu hari Talakbroto yang sudah beranjak remaja sedang bermain dan mandi bersama temannya disungai.
Karena rambut Talakbroto begitu panjang,maka banyak ikan-ikan yang terjaring dirambutnya.Ia dan teman-temannya berebut ikan tersebut.Setelah puas mandi dan mengambil ikan iapun pulang.

Sesampai dirumah ia ditanya perihal ikan tersebut oleh Caranggesing.Talakbroto menceritakan hal yang sebenarnya.Namun sang kakak tak percaya,justru malah menuduh adiknya telah berbuat mesum dengan pencari ikan disungai.

Mendengar tuduhan kakaknya yang tanpa bukti ia sangat sakit hati.Tanpa pikir panjang Talakbroto menyambar keris kakaknya dan langsung memotong rambutnya.
Setelah memotong habis rambutnya,Talakbroto menikamkan keris itu tepat di dadanya.Dan meninggallah Talakbroto saat itu juga.


Caranggesing sangat terkejut,ia tidak menyangka adiknya akan berbuat senekat itu.Lebih terkejut lagi,ketika ia hendak memeluk adiknya tiba-tiba jenazahnya melayang dan menebarkan bau harum.Ini membuktikan bahwa Talakbroto masih suci.Caranggesing pun pingsang seketika.Dalam pingsannya ia merasa ditemui adiknya.

"Sikap kanda sangat memalukan.Tak pantas hal itu diperbuat oleh ksatria.Menuduh seenaknya tanpa bukti,yang permasalahannya dari rambutku.Maka sampai akhir zaman kelak,tak ada gadis daerah ini yang dapat memanjangkan rambutnya.Terlebih lagi keturunan Brojosingo"

Setelah siuman Caranggesing menangis dan menyesali perbuatannya.Begitu juga dengan brojosingo setelah mengetahui apa yang terjadi.Setelah agak lama termangu,akhirnya Brojosingo berkata.
"Sejak hari ini,tempat kejadian ini akan kuberi nama Desa Kaligono.Kali yang berarti sungai,karena Talakbroto meninggal setelah mandi disungai.Dan gono berarti dewa pendidikan,agar kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua,agar kita tidak boleh menuduh orang tanpa bukti.Sedangkan sungai tempat Talakbroto mandi beserta desa-desa disekitarnya kunamakan Kaligesing.Karena sungai ini membuat Caranggesing dan adiknya bersengketa hingga salah satunya menjadi korban.
"

Dan hingga saat ini daerah tempat tinggal Caranggesing tersebut bernama desa Kaligono dan sungai serta daerah disekitarnya bernama Kaligesing.Dan hingga saat ini menjadi nama kecamatan. 

Kecamatan Kaligesing

Standard

Kaligesing adalah kecamatan dikabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Kecamatan Kaligesing terletak diujung timur Kabupaten Purworejo dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Kulon progo provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta, disepanjang pegunungan menoreh.
Sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Bagelen, sebelah barat dengan Kecamatan Purworejo, dan sebelah utara dengan Kecamatan Loano.
Kecamatan Kaligesing mempunyai luas wilayah 74,73 Km persegi yang terdiri dari 21 desa, yaitu:

Sunday, 17 March 2013

Referensi Perjalanan

Standard
1. BUS

Sinar Jaya Dari Terminal Lebak Bulus


















2.Sumber Alam (pilih jurusan Kutoarjo atau Jogja)






















Rosalia Indah ( pilih jurusan Jogja atau Purworejo)
















Turun di terminal purworejo dan pilih jalur AA

















yang menuju ke Pasar Baledono, turun di luar terminal angkot sebelum pasar baledono, lalu jalan kaki +- 500 meter menuju ke Pasar Baledono (tanya saja orang Orang pasti tau ), setelah sampai di pasar baledono cari pangkalan angkot jurusan Purworejo -Kaligesing (ongkos sekitar 6000).
Minta turun di Sedandang kalau diturunin di Kecamatan naik ojek 10000 minta antar ke Pagertengah

2.Pesawat

Untuk moda transportasi ini bisa semuanya turun di Jogjakarta lalu cari Bus yang menuju ke Purworejo untuk rutenya sama ..turunnya di Terminal Purworejo dan dilanjutkan sama seperti naik Bus

Sunday, 10 March 2013

Potensi Wisata Gua Di Kecamatan Kaligesing

Standard

Kaligesing
kekayaan gua yang tersimpan

Kecamatan Kaligesing secara administrasi terletak di Kabupaten Purworejo ujung timur berbatasan langsung dengan Jogjakarta. Jarak antara ibu kota kecamatan ke ibu kota kabupaten sejauh 11,5 km. Penduduk di Kaligesing mayoritas bermata pencaharian sebagai peternak. Lahan yang ada kurang mendukung untuk melakukan pertanian karena daerah ini termasuk kawasan Karst.

Kawasan Karst Kemaduh Batur di Kaligesing termasuk kawasan yang tertutup oleh tanah (Soil) dan rapatnya vegetasi, ketinggian rendah sampai sedang. Topografi yang bercirikan bukit-bukit (Conical Hills) berjajar dengan beberapa lembah dialiri oleh sungai permukaan.

Kawasan Karst Kaligesing menyimpan potensi gua. Sebanyak 41 gua telah di data. Kebanyakan gua-gua tersebut terletak di desa Donorejo dan desa Tlogo Guo, serta 3 (tiga) gua terletak di desa Jatimulyo, Kec. Girimulyo, Kulon Progo. Gua-gua yang ada mempunyai bentukan-bentukan yang berbeda-beda. Ada 3 (tiga) bentuk gua yang ada, yaitu: Swallow Hole, Doline, dan Top Hill. Gua-gua tersebut  mempunyai Grade 2B sampai 3B.
Seperti Gua Anjani yang terletak di Dusun Pager Tengah, Desa Tlogo Guo. Gua ini berbentuk Swallow Hole. Vegetasi di mulut gua cukup beragam seperti: bambu, jahe, singkong, dan tanaman agrokultur yang lain. Gua ini termasuk jenis gua horisontal, tetapi ada jalur menanjak dalam gua. Mulut gua Anjani ada 2 (dua) yang saling berdekatan. Keindahan alam yang terdapat di dalam gua meliputi: adanya fosil-fosil terumbu karang serta kerang yang telah bercampur dengan batuan gua yang indah. Hal ini dapat dijumpai tidak jauh dari mulut gua setelah kita masuk. Biota yang ada dalam gua bermacam-macam. Jangkrik, kelelawar, dan laba-laba menjadi penghuni gua Anjani. Gua ini punya potensi untuk dijadikan obyek wisata. Tetapi sayang telah mengalami kerusakan ornamen akibat ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Gua yang lain adalah gua Seplawan yang terletak di Dusun Katerban, Desa Donorejo. Gua ini telah dikembangkan menjadi gua wisata oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo sejak tahun 1981. Mulut gua ini terdapat di doline dengan dikelilingi pemandangan bukit-bukit yang indah bagi wisatawan. Gua ini mempunyai banyak cabang di dalamnya. Sungai bawah tanah yang terdapat didalam gua mempunyai sedimen pasir halus dan air jernih sehingga dapat melihat dasarnya. Bila kita menyusuri sungai ini kita akan mendapati 2 (dua) cabang. Tourism Passage dan Speleothem Passage.
Tourism Passage merupakan lorong untuk jalur wisatawan umum. Di dalamnya dapat dijumpai big flowstoneTourism Passage berakhir dengan pitch 5. SedangkanSpeleothem Passage biasanya digunakan oleh para penelusur gua. Di dalamnya akan dijumpai microgourdam. Di jalur ini kita akan menemui 3 (tiga) percabangan, tapi tidak panjang. Ujung speleothem berakhir dengan boulderan.
Gua Jumbleng Boto Putih III yang secara administratif terletak di Dusun Katerban, Desa Donorejo terletak di Top Hill dan tidak memiliki ornamen. Tipe Jumbleng Boto Putih III adalah vertikal multi pitch mempunyai kedalaman 20m, 25m, dan 40m. Untuk menuruni jumbleng ini dapat menggunakan SRT. Vegetasi sekitar mulut gua terdapat pinus dan rotan. Sedangkan biota yang terdapat di dalam gua ada jangkrik gua, kelelawar gua, dan walet.
Masih banyak gua yang terdapat di Kecamatan Kaligesing yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Seperti: Gua Sendang Sri dan Gua Tego Guo yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obyek wisata minat umum. Di dalam Gua Sendang Sri yang terdapat berbagai ornamen ini terletak di dusun Denan Sri, Desa Donorejo. Gua Tego Guo yang terletak di Dusun Katerban, Desa Donorejo  mempunyai ornamen-ornamen yang telah mengkristal. Di tambah dengan keindahan sekitar mulut gua yang termasuk dalam bentukan gua Doline Horisontal.
Selain potensi gua sebagai wisata minat umum, juga bisa sebagai wisata minat khusus. Antara lain Gua Surupan Kali Cebong, Jumbleng Pledangan, Jumbleng Boto Putih III. Gua Surupan Kali Cebong termasuk Doline Horisontal berair terletak di Dusun Gogoluas, Desa Tlogo Guo. Di dalam gua ini terdapat air terjun setinggi 12m. Jumbleng Pledangan terletak di Dusun Katerban, Desa Donorejo merupakan gua Vertikal multi pitch. Di dalamnya memiliki ornamen crystal big flowstone. Jumbleng Boto Putih III mempunyai daya tarik sebagai jumbleng terdalam. Mempunyai kedalaman 101m dan tembus ke Gua Seplawan.
Potensi yang lain adalah sebagai sumber daya air. Gua Seplawan memiliki debit air 12,5 L/detik. Gua Semar di Dusun Kalilo, Desa Tlogo Guo mempunyai debit air 85 L/detik. Gua Sekantong dan Gua Surupan Kali Cebong yang terdapat di Dusun Gogoluas, serta Gua Surupan dan Gua Anjani di dusun Pager Tengah, Desa Tlogo Guo merupakan gua berair.
Semua gua yang ada di kawasan karst Kaligesing masih membutuhkan tangan-tangan caver untuk melakukan eksplorasi dan pendataan. Masih banyak gua-gua yang belum terdata dan belum terjamah.
Untuk mencapai lokasi gua-gua tersebut dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun umum. Pemerintah Kabupaten Purworejo telah menyediakan angkutan pedesaan dari Kota Kabupaten menuju Kecamatan Kaligesing. Angkutan ini biasanya mangkal di Pasar Baledono yang berada di tengah kota. (bwk1024)







Daftar Gua Di Kecamatan Kaligesing










Nama gua
Lokasi
Grade
Keterangan



Gua Anjani
Desa Tlogoguwo
3B
Swallow Hole, Horisontal



Gua Surupan
Desa Tlogoguwo
3B
Swallow Hole, Horisontal berair



Gua Surupan Kali Cebong
Desa Tlogoguwo
3B
Doline, Horisontal Berair



Gua Sadewo
Desa Tlogoguwo
2B
Doline, Horisontal Berair



Gua Sekantong
Desa Tlogoguwo
3B
Doline, Horisontal Berair



Jumbleng Ringin
Desa Tlogoguwo
2B
Doline, Vertikal 8,5 m



Jumbleng C6
Desa Tlogoguwo
2B
Doline, Horisontal Berair



Gua Semar
Desa Tlogoguwo
3B
Swallow Hole, Horisontal



Gua Sendang Sri
Desa Donorejo
3B
Doline, Horisontal Berair



Gua Sikampret
Desa Donorejo
2B
Swallow Hole, Horisontal



Jumbleng Batur
Desa Donorejo
2B




Jumbleng Dipatri
Desa Donorejo
2B
Swallow Hole, Vertikal 4 m



Gua JAA I
Desa Donorejo
3B
Swallow Hole, Vertikal multi pitch 10,8m 10,4m dan 5,7m



Gua JAA II
Desa Donorejo
3B
Doline, Horisontal Berair



Gua JAA III
Desa Donorejo
3B
Doline, Horisontal Berair



Jumbleng Segepak
Desa Donorejo
3B
Swallow Hole, vertikal multi pitch 60m



Jumbleng Watu Pecah
Desa Donorejo
3B
Swallow Hole, Vertikal



Jumbleng Sitebo I
Desa Donorejo
2B
Swallow Hole, Vertikal



Jumbleng Sitebo II
Desa Donorejo
2B
Doline, vertikal



Jumbleng Sitebo III
Desa Donorejo
2B
Swallow Hole, Vertikal 10m



Jumbleng Sitebo IV
Desa Donorejo
2B
Swallow Hole, vertikal 8m



Jumbleng Siglendeng
Desa Donorejo
2B
Swallow Hole, multi pitch



Jumbleng Gedangan
Desa Donorejo
2B
Doline, multi pitch 8m dan 3m



Gua Slangsur
Desa Donorejo
2B
Doline, Horisontal



Jumbleng Temanten
Desa Donorejo
2B
Swallow hole, vertikal 30m



Gua Katerban
Desa Donorejo
3B
Doline, Horisontal



Gua Sepeti
Desa Donorejo
3B
Swallow Hole, vertikal



Jumbleng Ngobaran
Desa Donorejo
3B
Doline, Multi pitch 



Jumbleng Boto Putih I
Desa Donorejo
3B
Swallow Hole, vertikal



Jumbleng Boto Putih II
Desa Donorejo
3B
Swallow Hole, vertikal



Jumbleng Boto Putih III
Desa Donorejo
3B
Top Hill, vertikal multi pitch



Gua Seplawan
Desa Donorejo
3B
Doline, Horisontal



Gua Tego Guo
Desa Donorejo
3B
Doline, Horisontal



Jumbleng Sibodak
Desa Donorejo
3B
Swallow Hole, vertikal



Jumbleng Kidang Resa
Desa Donorejo
3B
Top Hill, vertikal



Gua Sepenggal
Desa Donorejo
2B
Doline, vertikal 8m



Gua Godang Ho
Desa Donorejo
2B
Swallow Hole, vertikal 8m



Jumbleng Pledangan
Desa Donorejo
3B
Swallow Hole, vertikal



Gua Kiskendo
Desa Jatimulyo
3B
Doline, Horisontal



Jumbleng Sanyar
Desa Jatimulyo
3B
Top Hill, Multi pitch



Jumblemng Kemejing
Desa Jatimulyo
3B
Swallow Hole, vertikal











Sumber: Laporan Penelitian Speleologi Palawa UAJY di Kecamatan Kaligesing, 8 Januari-8 Februari 2007