Sunday, 2 November 2014

Beternak SEMUT RANGRANG/ KROTO

Standard

Metode Ternak

BEBERAPA METODE TERNAK SEMUT RANGRANG
Dalam Berternak semut rangrang ada beberapa metode,namun sebagian besar pensuplay Kroto masih menggunakan metode lama (tradisional) adapun metode-metode itu adalah :
1. Metode tradisional
Dalam metode ini hampir tidak ada campur tangan manusia secara langsung. Semut dibiarkan berkembang biak sendiri dan manusia hanya mengambil hasilnya. Contohnya; yang sekarang banyak dilakukan oleh pemetik kroto. Dia hanya mencari pohon yang ada sarang semutnya dan mengambil kroto yang ada. Kadang dapat banyak tetapi sering hanya mendapat sedikit hasil per sarang semut rangrang. Jika sarang sudah diambil maka dia harus mencari sarang yang baru agar memperoleh kroto lagi.
Kelebihannya:
Tidak perlu repot-repot mengurusinya
Tanpa perlu memberi makan
Tempat sudah tersedia di alam
Kekurangannya:
Hasil tak dapat diprediksi/perkirakan sebelumnya
Masih terpengaruh oleh kondisi cuaca alam
Sulit untuk berkembang biak
masih Harus mencari ke Hutan hutan
2. Metode Semi Tradisionil
Didalam metode ini sudah ada campur tangan manusia. Tetapi hanya sedikit, karena hampir sebagian besar masih menggantungkan alam untuk kelestarian dari semut rangrang. Biasanya yang menggunakan metode ini adalah para pekebun yang memanfaatkan semut untuk menjaga pohonnya agar tidak diserang hama tanaman. Pekebun memberi jalan agar semut pindah dan berkembang ditempat yang baru atau yang diinginkan pekebun. Selain itu pekebun juga memberi makan semut dengan sisa-sisa dapur. Dengan metode ini hasil sudah bisa diperkirakan dan lebih banyak dari metode tradisionil.
Kelebihannya:
Tempat sudah tersedia di alam
Mengurusnya hanya sambilan
Kekurangannya:
Masih terpengaruh oleh kondisi cuaca alam
Sulit untuk berkembang biak
Memerlukan waktu yang cukup lama agar berhasil
Memerlukan Perhatian Khusus Agar Terhindar dari Predator liar
3. Metode Modern
Didalam metode ternak semut rangrang modern hampir tidak ada campur tangan dari alam. Semut hampir 100% tergantung kepada Peternak dalam hal memperoleh tempat tinggal,makanan Dan Asupan Nutrisi. Bahkan semut beranak pinak sampai turun temurun, belum pernah melihat pohon. Contoh metode ini adalah ternak semut rangrang menggunakan Metode yang Dikembangkan  Kroto Research Institute Budidaya Semut Rangrang mengunakan metode modern.
Kelebihannya:
Tidak memerlukan kebun
Tidak Memerlukan Tempat Luas
Modal Kecil
Biaya Perawatan Kecil
Hasil sudah bisa di prediksi
Masa Panen Bisa Di atur 2 minggu bisa 1 bulan bisa
Tidak tergantung dengan kondisi cuaca / alam
Semut sudah di lokalisasi sehingga tidak pergi kemana-mana
Mudah cara pengelolaannya dan Hasil Panen kroto bersih
Menghasilkan Kroto Kwalitas Super
Macam-macam Media beserta kelebihan dan kekurangan :
5876473646_ba4e011d91       Bambu
KELEBIHAN :

  • Bahan Media Mudah didapat
  • Biaya Pembuatan media kecil
    KEKURANGAN :

  • Koloni Lama dalam beradaptasi
  • Koloni Lama dalam perkembangbiakan
  • Koloni lama dalam perpindahan ke media yang lain
  • hasil telur kroto kecil-kecil
Budidaya-kroto-tanpa-pohon
   Botol Aqua 
             KELEBIHAN :

  • Bahan Media Mudah Didapat
  • Biaya Pembuatan media Kecil
  • Bisa mengunakan Botol Bekas
   KEKURANGAN :

  • Berpotensi Koloni Bersarang Diluar media
  • Cara Pemanenan Sulit
  • Sekali Panen harus Pembibitan dari awal
  • Koloni akan sulit dibudidaya lagi setelah satu kali pemanenan
  • Hasil Produksi Telur Tidak maksimal
  • hanya sekali panen
  • Media sering berpindah-pindah ( Ringan )
  • Koloni suka berpindah-pindah media
Cara-budidaya-kroto1
  Toples 
KELEBIHAN :

  • Bisa mengamati Perkembangan koloni setiap saat
  • Pembuatan Media Bisa mengunakan bahan bekas
  • Biaya pembuatan media kecil
KEKURANGAN :

  • Koloni lama dalam perkembangbiakan
  • koloni lama dalam pembuatan sarang
  • Pelaksanaan panen dan paska panen sangat Sulit
  • Hanya Sekali panen harus melakukan pembibitan dari awal
  • Masa budidaya yang lama berakibat kerugian biaya produksi dan waktu
  • Memerlukan tempat yang luas
Media Sarang

Bagi peternak pemula informasi tentang Penentuan media sebagai sarana koloni Semut rangrang membuat sarang Dan berkembangbiak sangatlah penting,Demi Untuk mendapatkan Hasil Panen Kroto yang optimal Pemilihan  media Mutlak menjadi syarat utama dalam berbudidaya semut rangrang penghasil kroto ,media yang tepat dan sesuai dengan Karakteristik Semut rangrang, Petani harus memiliki pemahaman mengenai media yang mungkin berbeda-beda dari setiap jenisnya.disini penulis hanya focus pada budidaya semut rangrang mengunakan pipa pvc ( paralon ) karena berdasarkan pengalaman penulis selama beberapa tahun berbudidaya semut rangrang penghasil kroto media yang paling tepat dan efektif adalah paralon.
  1. Untuk proses penebaran Bibit mengunakan media PVC ( Paralon ) petani tidak perlu repot-repot  melakukan penangganan yang berlebihan,seperti jika mengunakan stoples harus menutup dulu lobang yang dibuat mengunakan solder untuk tujuan akses keluar masuk koloni dengan mengunakan lakban,dan menunggu beberapa jam agar koloni beradaptasi dengan media.tetapi jika mengunakan pipa pvc ( paralon ) petani hanya tinggal menata pipa-pipa yang sudah dipotong tadi ke flock/ rak dan bibit langsung ditebar diatas rak.
  2. Hasil produksi telur kroto yang dihasilkan mengunakan pvc lebih banyak dan lebih padat,jika dibandingkan mengunakan media lain.
  3. Koloni sangat betah dan merasa nyaman sehingga Perkembang biakan koloni sangat cepat dikarekan media berwarna gelap,
  4. Koloni jarang berpindah sarang/media sehingga hasil produksi telur optimal
  5. Pasca panen media sanggat mudah untuk dibersihkan
  6. Media bisa bertahan lama dan tidak akan rusak dalam kurun waktu 5-10 tahun masa budidaya.
  7. Media mempunyai berat yang standar sehinga media tidak akan bergeser atau berpindah disaat koloni sudah penuh .
  8. Dalam masa pemanenan media mengunakan pipa pvc sangat mudah dan meminimalisasi kematian koloni pasca panen.
  9. Media Sarang mengunakan pvc ( Paralon ) membuat sarang memiliki intensitas cahaya yang konstan yang disukai semut-Semut produktif intensitas cahaya dalam sarang berkisar 0,01-0,06 lm/m2 .sehinga hasil produksi kroto bisa maksimal.

Saturday, 1 November 2014

Video Kuda Lumping Kudo Wiromo Khas Dusun Pagertengah Kab.Purworejo

Standard




Kuda lumping


          Tarian kuda lumping saat festival di Yogyakarta.



Kuda lumping juga disebut jaran kepang,jathilan atau lebih dikenal incling di Pagertengah adalah tarian tradisional Jawamenampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda. Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna. Tarian kuda lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda, akan tetapi beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksikesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut. Jaran Kepang merupakan bagian dari pagelaran tari reog. Meskipun tarian ini berasal dari JawaIndonesia, tarian ini juga diwariskan oleh kaum Jawa yang menetap di Sumatera Utara dan di beberapa daerah di luar Indonesia seperti di Malaysia.



Atraksi memakan kaca yang biasa ada di Pementasan Kuda Lumping


Kuda lumping adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Tidak satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian ini, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Konon, tari kuda lumping adalah tari kesurupan. Ada pula versi yang menyebutkan, bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah, yang dibantu oleh Sunan Kalijaga, melawan penjajah Belanda. Versi lain menyebutkan bahwa, tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I, Raja Mataram, untuk menghadapi pasukan Belanda.
Terlepas dari asal usul dan nilai historisnya, tari kuda lumping merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri. Hal ini terlihat dari gerakan-gerakan ritmis, dinamis, dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu, menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah peperangan.
Seringkali dalam pertunjukan tari kuda lumping, juga menampilkan atraksi yang mempertontonkan kekuatan supranatural berbau magis, seperti atraksi mengunyah kaca, menyayat lengan dengan golok, membakar diri, berjalan di atas pecahan kaca, dan lain-lain. Mungkin, atraksi ini merefleksikan kekuatan supranatural yang pada zaman dahulu berkembang di lingkungan Kerajaan Jawa, dan merupakan aspek non militer yang dipergunakan untuk melawan pasukan Belanda.
Di Jawa Timur, seni ini akrab dengan masyarakat di beberapa daerah, seperti jamban, kolong jembatan, rel kereta, dan daerah-daerah lainnya. Tari ini biasanya ditampilkan pada ajang-ajang tertentu, seperti menyambut tamu kehormatan, dan sebagai ucapan syukur, atas hajat yang dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa.
Dalam pementasanya, tari kuda lumping menggunakan kaca,beling,batu,dan jimat. Para penari kuda lumping sangat gila
Selain mengandung unsur hiburan dan religi, kesenian tradisional kuda lumping ini seringkali juga mengandung unsur ritual. Karena sebelum pagelaran dimulai, biasanya seorang pawang hujan akan melakukan ritual, untuk mempertahankan cuaca agar tetap cerah mengingat pertunjukan biasanya dilakukan di lapangan terbuka.






 Pagelaran Tari Kuda Lumping

Dalam setiap pagelarannya, tari kuda lumping ini menghadirkan 4 fragmen tarian yaitu 2 kali tari Buto Lawas, tari Senterewe, dan tari Begon Putri.
Pada fragmen Buto Lawas, biasanya ditarikan oleh para pria saja dan terdiri dari 4 sampai 6 orang penari. Beberapa penari muda menunggangi kuda anyaman bambu dan menari mengikuti alunan musik. Pada bagian inilah, para penari Buto Lawas dapat mengalami kesurupan atau kerasukan roh halus. Para penonton pun tidak luput dari fenomena kerasukan ini. Banyak warga sekitar yang menyaksikan pagelaran menjadi kesurupan dan ikut menari bersama para penari. Dalam keadaan tidak sadar, mereka terus menari dengan gerakan enerjik dan terlihat kompak dengan para penari lainnya.
 Untuk memulihkan kesadaran para penari dan penonton yang kerasukan, dalam setiap pagelaran selalu hadir para datuk, yaitu orang yang memiliki kemampuan supranatural yang kehadirannya dapat dikenali melalui baju serba hitam yang dikenakannya. Para datuk ini akan memberikan penawar hingga kesadaran para penari maupun penonton kembali pulih.
Pada fragmen selanjutnya, penari pria dan wanita bergabung membawakan tari senterewe.
Pada fragmen terakhir, dengan gerakan-gerakan yang lebih santai, enam orang wanita membawakan tari Begon Putri, yang merupakan tarian penutup dari seluruh rangkaian atraksi tari kuda lumping.
Cuplikan Video Kudo Wiromo  Dusun Pagertengah 
More Info Please Contact 081 519 359 895

Orang Rusia Kena Virus Kuda Lumping

Standard

Orang Rusia Kena Demam Kuda Lumping tidak Hanya Gangnam style yang Jadi virus Kuda Lumping-Pun bisa


Orang Rusia Kena Virus Kuda Lumping

HL | 23 December 2012 | 12:34Dibaca: 1655   Komentar: 0   7 menarik

Seringkali kebanyakan  orang memang kurang menghargai apa yang sudah dimiliki, yang ada,  tak dihargai, yang tak ada,  dicari-cari, sudah dimiliki terkadang disia-siakan, aneh memang. Itu masih hal biasa, tapi kalau hal yang dimiliki kemudian diakui pihak lain, barulah mencak-mencak, demontrasi besar-besaran, ini pun masih biasa, yang lebih repot lagi, sudah demontrasi masih memaki-maki, tidak berusaha intropeksi diri, mengapa tak menghargai apa yang sudah dimiliki? Kebanyakan orang memang demikian adanya, apa mau dikata?
Tapi biarkan mereka, mari kita lihat pihak lain, dalam hal ini orang Rusia, seperti juga negara-negara Barat lainnya, mereka tertarik dengan yang serba tradisionil, sudah banyak yang saya tulis tentang orang Rusia yang mencintai sesuatu yang “berbau” tradisionil, kali ini tentang Kuda Lumping.  Iya, Kuda Lumping yang tahunya masyarakat kebanyakan adalah  “kuda” yang tukang makan beling atau makan pecahan kaca, karena memang dalam seni tradisionilnya  seperti itu.
Dan siapa yang menyangka bahwa tarian Kuda Lumping itu membawa nama besarPengeran Diponegoro ketika melawan Belanda, dalam riwayat lain juga berhubungan dengan perjuangan Raden Patah ketika melawan Belanda, juga ada yang menceritakan tentang perjuangan Sultan  Hamengkubowo I ketika melawan pasukan Belanda. Jadi sebenarnya dalam sejarahnya tarian Kuda Lumping menggambarkan tentang para prajurit-prajurit perang yang gagah berani melawan para penjajah.
Makanya dalam gambaran tarian Kuda Lumping yang biasanya diiringi  gamelan Jawa bersuasana energik, tak diam, sangat dinamis dan kaya akan gerakan. Kuda yang tak pernah diam, kuda yang terus bergerak mengejar musuh-musuhnya, dalam hal ini Belanda. Jadi sebenarnya gambaran yang ingin ditampilkan dalam Kuda Lumping adalah gerak yang dinamis, bukan kisah-kisah mitos yang tak dapat dipertanggungjawabkan.
135623990019015379
Bukan hanya laki-laki Rusia, gadis Rusia pun tertarik dan ikut bergerak naik Kuda Lumping, coba ditanya mau tidak anak gadis Indonesia ikut main kuda lumping dengan kesadaran sendiri. Photo by Syaripudin Zuhri.
Masalah kemudian berkembang menjadi Kuda Luping makan beling, itu persoalan lain.  Itu sebenarnya hanya alat untuk mempertahankan tarian Kudang Lumping ini yang sering kali direndahkan oleh bangsa sendiri. Kuda Lumping, juga Jatilan adalah tarian tradisionil bangsa Indonesia yang memikat. Beberapa  tahun lalu sempat Reog Ponorogo,  yang di dalamnya ada tarian Kuda Lumping, tampil membawa misinya di Rusia, memperkenalkan tarian ini pada masyarakat Rusia dan mendapat sambutan yang hangat. Orang Rusia sudah kena”virus”  Kuda Lumping.
Orang Rusia sampai tak habis berpikir ketika bohlam dan silet dikunyah oleh pemain Kuda Lumping dimakan seperti orang makan krupuk, yang begitu garing dan renyah, serenyah orang makan krupuk, orang Rusia menyebutnya chip, apapun jenis kerupuknya disebut chip.  Jadi tarian Kuda Lumping yang awalnya  menggambarkan para pejuang kemerdekaan melawan penjajah Belanda, kini menjadi tontonan rakyat kebanyakan, yang pemainnya tiga atau empat orang saja.
Padahal jika dikembangkan dengan kreasi baru dan tak terpaku pada pakem yang sudah ada, tarian kuda lumping bisa dibuat massal, bisa ditarikan dengan puluhan orang yang “berkuda”, ya persis pasukan berkudanya Pangeran Diponegoro, Raden Patah atau Sultan Hamengkubowono I, cucut buyutnya Sultan Hemengkubowono  X sekarang ini, mengapa tak dicoba dari pihak keraton Jogyakarta untuk mencoba membuat tarian Kuda Lumping yang massal, yang menceritakan perjuangan rakyat Indonesia mengusir penjajah Belanda! Atau mungkin sudah ada, hanya saya yang tak mengetahuinya. Kalau ada, nanti bisa dikemas dan dipromosikan ke dunia internasional, sekaligus menarik wisatawan dari mancanegara, jangan sampai orang asing tahunya hanya Bali, Bali dan Bali.
1356241927394329027
Semangat tarian Kuda Lumping yang lincah, energik dan dinamis menular ke orang Rusia. Photo by Syaripudin Zuhri.
Jadi dikemas semacam tarian Saman dari Aceh, yang sudah mendunia, bukan tarian Kuda Lumping yang makan beling, yang kesannya hanya hiburan semata, mengharapkan saweran para penonton di jalan-jalan, di pasar-pasar, di stasiun-stasiun dan lain sebagainya, Coba digambarkan oleh para kareografer tradisionl yang berkolaborasi dengan kareografer modern untuk mengangkat tarian Kudang Lumping ini menjadi sebuah tarian yang heroik, yang menggambarkan keberanian, kegagahan, dan tak kenal takut para prajuri melawan penjajah Belanda.
Biarkan hal tersebut menjadi  tantangan bagi para kareografer, mari kita kembali ke orang Rusia, yang bukan hanya menonton tari Kuda Lumping, tapi mereka pun terlibat di dalamnya, ya tiga orang Rusia, dua orang laki-laki dan seorang gadis Rusia, ikut menari Kuda Lumping dan mereka sangat menikmatinya. Mereka  menyukai hal-hal yang tradisionil dari Indonesia, bukan hanya tarian Kuda Lumping, jenis tarian seperti tari Bali, tari kecak, Barong dan lain sebagainya, juga Tari Saman dari Aceh, tari Jaipong dari Jabar dan lain sebagainya. Juga wayang kulit, iya,  mereka sampai repot-repot mengadakan pameran wayang kulit di musium ketimuran beberapa waktu yang lalu dan mencetak dan menceritakanpara tokoh wayang dalam bahasa Rusia dalam  bentuk kartu seukuran dua kali poscard!
Siapa yang peduli dengan wayang kulit? Siapa yang peduli pada Kuda Lumping,jangan-jangan ketika ada acara wayang kulit dan tarian Kuda Lumping di  TV,  sebagian besar penonton atau pemirsa  akan ganti saluran dalam hitungan detik! Apa lagi pada generasi muda, wah itu ga “main”,  ga “macho”, ga”level” dan berbagai istilah lainnya, iya…kebanyakan generasi muda seakan kehilangan jati diri bangsa, kurang menghargai apa-apa yang berbau tradisionil, kurang menghargai kesenian atau tarian tradisionil, sebagian besar sudah”termakan” budaya Barat yang hingar bingar, silahkan dibuktikan atau dibuat semacam survey atau penelitian kecil-kecilan, benar tidak mereka, generasi muda, kurang mencintai kesenian atau tarian tradisionil Indonesia? Nah,  kalau mereka tak suka bagaimana?  Kalau bukan kita bangsa Indonesia yang mencintai seni budaya sendiri, lalu siapa?

Visi Misi Karang Taruna

Standard
A.     V I S I
Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan kreatifitas generasi muda yang berkelanjutan untuk menjalin persaudaraan dan rasa kebersamaan menjadi mitra organiasasi lembaga, baik kepemudaan ataupun pemerintah dalam pengembangan kreatifitas. Kemampuan dibidang Kesejahteraan Sosial baik untuk masyarakat dilingkungan sekitar ataupun diwilayah lain.
 B.     M I S I
a.      Meningkatkan SDM demi masa depan yang lebik baik melalui bidang masyarakat dan menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah ataupun pihak lain, melalui pengembangan kelumpok usaha bersama.
b.      Terwujudnya kesejahtaraan sosial yang semakin meningkat bagi warga Desa  pada umumnya dan khususnya generasi muda yang memungkinkan pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mempu mengatasi masalah sosial dilingkungannya.
c.       Melestarikan kesenian daerah serta pengembangan minat untuk berolahraga.
d.      Meningkatkan peran pemuda dan perempuan serta memberikan kesadaran pentingnya perlindungan hukum terhadap hak perempuan sebagai anak atau remaja, sebagai istri dan sebagai ibu rumah tangga melalui sosialisasi pembangunan pemberdayaan perempuan yang melibatkan anggota karang taruna.
e.      Terwujudnya pemuda pemudi yang bertaqwa kepada Tuhan YME, penuh perhatian dan peka terhadap masalah dengan daya tahan fisik dan mental yang kuat, tegas dan teguh pendirian serta mampu berkreasi dan berkarya, jujur, sederhana sebagai acuan dimasyarakat.
f.        Turut berpartisispasi dalam upaya peningkatan derajat kesehatan melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta malakukan upaya antisipasif dalam rangka menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.



                    PROGRAM KERJA KARANG TARUNA

 A.     Bidang Kesekretariatan

1.      Mengadakan Pertemuan Rutin atau kegiatan untuk memperlancar jalannya pertemuan.
2.      Mengikuti Forum Komunikasi dengan Karang Taruna se Kecamatan.
3.      Mengadakan komunikasi dan konsultasi dengan pihak – pihak terkait dalam menyelenggarakan suatu kegiatan untuk kelancaran dan hasil yang memuaskan.
4.      Mengikuti pertemuan yang diadakan karang taruna lain.(luar)

 B.     Bidang Usaha Kesejahteraan Sosial

a.      Memberikan bantuan moril dan materiil dalam penyaluran sumbangan kepada masyarakat yang terkena musibah.
b.      Turut berperan serta dalam setiap kegiatan yang ada di masyarakat.
c.       Mendata Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS)
d.      Memasyarakatkan kepedulian terhadap Lansia, Yatim Piatu, Penyandang Cacat, dan lain sebagainya.






 C.     Bidang Usaha Ekonomi Produktif

a.      Merencanakan kegiatan usaha yang bertujuan meningkatkan perekonomian anggota masyarakat.
b.      Ikut berperan serta dalam usaha pertanian melalui kelompok – kelompok tani.
c.       Mengikutsertakan anggota dalam setiap kegiatan pelatihan, seperti perbengkelan, pertanian, perkebunan, home industri, dan lain-lain yang dapat meningkatkan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

 D.    Bidang Pendidikan dan Latihan

a.      Mengadakan kegiatan-kegiatan yang positif agar generasi muda tidak terjebak dalam pergaulan yang negatif.
b.      Mengikutsertakan generasi muda mengikuti latihan-latihan kerja.
c.       Membudayakan gerakan Hidup Sehat melalui gerakan perilaku hidup sehat dan bersih.
d.      Mengaktifkan dan pengkaderan kader kesehatan untuk menunjang keberhasilan kegiatan Posyandu di desa.
e.      Ikut berpartisipasi aktif dalam penyuluhan kepada orang tua yang memiliki anak usia sekolah untuk mengikuti Pendidikan TK dan TPA agar memenuhi tuntutan pendidikan yang lebih maju dan agamis.

 E.      Bidang Keagamaan / Kerohanian

a.      Mengadakan peringatan hari – hari besar Keagamaan.
b.      Mengadakan gotong royong menjaga kebersihan lingkungan mesjid dan langgar.
c.       Mengadakan yasinan sekaligus arisan warga masyarakat.
d.      Bekerjasama dengan Remaja Mesjid memberikan pelajaran baca tulis Al – Qur’an bagi anak – anak.
e.      Menghidupkan nuansa bulan ramadhan melalui Tadarus Al – Qur’an, Peringatan Nuzulul Qur’an, Buka puasa bersama, Mengadakan Takbir Hari Raya Idul Fitri (dan juga Idul Adha).
f.        Mengikutsertakan masyarakat/remaja dalam setiap kegiatan lomba yang bersifat agamis.
g.      Meingkatkan pembinaan dan penyuluhan anak dan remaja sejak dini dalam bidaang mental, moral, agama, budi pekerti, sopan santun dalam keluarga dan masyarakat bekerja sama dengan TP PKK Desa .

F.      Bidang Pengabdian Masyarakat.

a.      Berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang bersifat positif dimasyarakat.
b.      Membantu mencarikan solusi dalam segala permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat.
c.       Berupaya menyalurkan aspirasi yang berkembang kepada pihak pemerintah desa.
d.      Pelopor gerakan gotong royong baik dalam kebersihan lingkungan tempat ibadah, kuburan dan lain-lain.
e.      Turut berpartisipasi dan berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui kegiatan Posyandu bekerja sama dengan bidan desa di Desa
f.        Meningkatkan Penyuluhan tentang pentingnya pemahaman dan kesertaan dalam program KB menuju keluarga berkwalitas bekerja sama dengan Petugas Keluarga Berencaan Desa (PKBD)

 G.     Bidang Permberdayaan Wanita

a.      Melibatkan peranan wanita dalam kegiatan yang bersifat positif.
b.      Memberikan dorongan kepada ibu – ibu yang memiliki balita untuk mengikuti kegiatan Posyandu, BKB (Bina Keluarga Balita) dengan bekerjasama dengan Bidan Desa dan Kader Kesehatan untuk meningkatkan mutu kesehatan dan perkembangan anak.
c.      Memberikan penyuluhan agar tidak menikah diusia muda sebagai antisipasi hancurnya rumah tangga.
d.      Memasyarakatkan dan memanfaatkan : limbah keluarga untuk bisa dimanfaatkan, sarana dan prasarana perumahan, hemat energi, membudayakan menabung dan mencegah pemborosan.
e.        Mengikutsertakan dalam setiap kegiatan pelatihan dan penyuluhan baik yang diselenggarakan oleh pihak kecamatan maupun kabupaten tentang Kesetaraan Gender, Undang-Undang Perkawinan, Undang-Undang Perlindungan Anak, Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Perdagangan Perempuan dan Anak, Pola Asuh anak, Narkoba, dan lain sebagainya untuk meningkatkan kemampuan kaum perempuan dalam ikut membangun bangsa.



H.    Bidang Pemuda / Olahraga.

a.      Selalu tampil dalam kegiatan yang diadakan oleh masyarakat.
b.      Membangun Jati Diri Bangsa dengan sikap mental dan perilaku yang berbudaya dengan menumbuhkan pengamalan sila-sila dalam Pencasila serta membudayakan pemahaman Cinta Tanah Air dan ada kemampuan awal bela negara.
c.       Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya kemampuan hidup dan keterampilan untuk bisa mandiri dan upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba.
d.      Mengikutsertakan generasi muda dalam pelatihan-pelatihan untuk memperkaya pengetahuan sebagai bekal untuk hidup mandiri.
e.      Mempersiapkan tim olahraga baik putra maupun putri dengan mengadakan latihan rutin minimal satu kali seminggu.
f.        Mengadakan dan mengikuti pertandingan persahabatan dan kejuaraan olah raga baik di dalam mupun luar daerah.


I.        Bidang Seni Budaya.

a.      Mengadakan latihan untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang seni budaya terutama budaya tradisional.
b.      Menggali potensi generasi muda agaar bisa berapresiasi.
c.       Dalam setiap pelaksanaan pertunjukan, selalu aktif melaksanakan  promosi untuk meningkatkan pendapatan.









LATAR BELAKANG


   Karang Taruna adalah suatu organisasi kepemudaan yang ada di Indonesia dan merupakan sebuah wadah atau tempat pengembangan jiwa social generasi muda, karang taruna tumbuh atas kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari masyarakat dan untuk masyarakat itu sendiri khususnya generasi muda yang ada di suatu wilayah desa kelurahan atau komunitas sosial yang sederajat, terutama bergerak pada bidang-bidang kesejahteraan sosial. contoh dalam bidang ekonomi, olahraga, keterampilan, keagamaan dan kesenian sesuai dengan tujuan didirikannya karang taruna untuk memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada para remaja yang ada dalam suatu desa atau wilayah itu sendiri, Sebagai organisasi sosial kepemudaan karang taruna merupakan wadah atau tempat pembinaan dan pengembangan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomi, social, budaya dengan pemanfaatan semua potensi yang ada dilingkungan masyarakat baik sumber daya manusia dan sumber daya alam itu sendiri yang telah tersedia. Sebagai organisasi kepemudaan, karang taruna juga berpedoman pada pedoman dasar dan pedoman rumah tangga yang telah diatur tentang struktur-struktur penggurus dan masa jabatan pada masing-masing wilayahnya mulai dari desa, kelurahan sampai pada tingkat nasional. Semua ini adalah sebuah wujud dari pada regenerasi organisasi masyarakat. Adapun demi kelanjutan organisasi pembinaan semua anggota karang taruna baik dimasa sekarang maupun masa yang akan datang, karang taruna beranggotakan pemuda dan pemudi dalam AD (anggara dasar) dan ART (anggaran rumah tangga) diatur keanggotaannya mulai dari pemuda pemudi yang berusia mulai dari 11 – 45 tahun dan batasan sebagai pengurus berusia mulai 17 – 35 tahun.
Organisasi karang taruna merupakan kumpulan individu dalam suatu wadah untuk menyalurkan aspirasi dan mengasah kreativitas dalam bersosialisasi.dan organisasi itu sebagai kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi yang bekerja atas dasar yang relatif terus-menerus untuk mencapai tujuan bersama. Dari definisi tersebut menyatakan bahwa organisasi terbentuk dari kesadaran masing-masing individu yang ingin membentuk sebuah kelompok agar mempermudah dalam pencapaian tujuan bersama. Hal ini membuktikan bahwa manusia sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan kehadiran dari manusia lain. Golongan muda sering disebut sebagai golongan masyarakat yang mempunyai tenaga dan semangat yang besar dalam berbagai hal. Namun, jika tenaga dan semangat yang besar itu tidak diaplikasikan kedalam bentuk kegiatan yang baik maka hanya akan terbuang percuma. mengenai organisasi karang taruna yang merupakan wadah bagi para golongan muda untuk dapat menyalurkan tenaga, semangat, dan kreatifitasnya dengan sempurna. Seringkali banyak golongan muda yang tidak tahu harus berbuat apa dalam hidupnya karena kurangnya pengalaman. Dari sini karang taruna juga mampu dijadikan sebagai wadah pembinaan bagi kaum muda yang masih labil dalam menjalani hidup.





1.2 TUJUAN
  untuk memberikan pemahaman terhadap pembaca atau orang lain mengenai organisasi terutama organisasi karang taruna yang menjadi studi kasus.

1.3 RUMUSAN MASALAH
Apa pengertian dari organisasi?
Bagaimana sejarah organisasi karang taruna ?
Bagaimana struktur organisasi karang taruna ?
Apa faktor penghambat dan pendorong organisasi karang taruna ?
Apa visi dan misi organisasi karang taruna ?

BAB II. PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN ORGANISASI

Organisasi adalah kelompok yang diorganisasikan dengan sengaja, dimana kelompok tersebut memiliki tujuan yang nyata dan spesifik, didesain untuk hidup lebih lama dari individu, memiliki seperangkat aturan formal, dan secara relatif organisasi mempunyai struktur kekuasaan, peran dan tanggung jawab yang bebas dari karakteristik personal tertentu. Kemudian yang kedua,organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi yang bekerja atas dasar yang relatif terus-menerus untuk mencapai tujuan bersama Jadi, secara umum organisasi adalah suatu wadah yang berisikan kumpulan individu yang memiliki visi, misi, dan tujuan bersama.

2.2 SEJARAH TERBENTUKNYA ORGANISASI KARANG TARUNA

Bermula dari kelompok pertemanan anak-anak yang tumbuh hingga menjadi remaja bersama di dalam sebuah komplek karang taruna AL-HIPPAS terbentuk. Keinginan bersama untuk dapat menunjukkan eksistensi sebagai kelompok dalam bentuk yang positif, membuat mereka memutuskan untuk membentuk sebuah organisasi yang diberi nama karang taruna . Setelah dibentuk atas keputusan bersama dan mendapat persetujuan ketua RW/perangkat setempat, maka dibentuklah badan pengurus harian dan struktur organisasi ini dengan mendapat bimbingan dari ketua RW/perangkat setempat. Sesuai dengan keinginan dan cita-cita untuk menunjukkan eksistensinya.

2.3 STRUKTUR ORGANISASI KARANG TARUNA

Dari Bentuk struktur sederhana yang dibuat oleh badan kepengurusan organisasi karang taruna al-hippas, dapat kita lihat masih terbilang sangat minimalis. Anggota dari organisasi ini hampir 80% adalah teman sepermainan sejak kecil hingga dewasa saat ini dan bertempat tinggal di desa sukonilo. Organisasi ini juga tidak melarang orang lain selain warga untuk ikut berpartisipasi di dalamnya. Oleh karena itu, karang taruna al-hippas melakukan sistem open recruitmen yang ditujukan untuk golongan muda yang mau berbagi dan mencari pengalaman baru disana. Tidak ada persyaratan khusus untuk dapat bergabung dalam organisasi kepemudaan ini.





.4 FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDORONG ORGANISASI KARANG TARUNA

    Dalam membangun sebuah organisasi tentunya tidak semudah yang dibayangkan. Terdapat kemudahan untuk mengembangkannya, namun terdapat pula kelemahan yang mampu membuat organisasi ini sulit berkembang.Faktor penghambatan dari berkembangnya organisasi ini adalah sulitnya mendapatkan anggota baru dan kekuatan ekonomi. Seperti kita tahu, bahwa kaum muda pada saat ini banyak yang sudah tidak peduli lagi terhadap lingkungan sekitar bahkan mungkin dengan tetangganya saja sudah acuh tak acuh. Rasa individualis membuat mereka seolah tidak membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Hal ini membuat sulitnya kaum muda dari RT atau RW tetangga untuk bergabung dalam organisasi dan bekerja sama jika mereka sudah mempunyai organisasi serupa. Kemudian tidak adanya keuntungan material jika mengikuti organisasi ini juga menjadi faktor kaum muda enggang bergabung. Banyak diantara mereka yang menganggap mengikuti karang taruna hanyalah membuang waktu dan tidak menghasilkan (uang).Namun perlu diperhatikan oleh kaum muda bahwa, kegiatan yang dilakukan oleh karang taruna semua bersifat sosial dan jika mendapatkan sejumlah dana itu merupakan dana sukarela dari masyarakat setempat yang merasa terbantu dan dana itu kami gunakan untuk keperluan eksistensi organisasi dan rekreasi serta alat untuk menunjang kreatifitas kami. Faktor pendorong organisasi ini adalah sikap peduli golongan tua atau para tokoh masyarakat dan masyarakat sendiri yang member respon positif terhadap organisasi sehingga mendapatkan wejangan dan arahan agar organisasi ini tetap utuh dan kompak serta mampu melahirkan kreatifitas yang tinggi.


2.5 VISI DAN MISI ORGANISASI KARANG TARUNA

     Organisasi yang terbentuk atas keinginan bersama tentunya mempunyai pandangan dan cita-cita bersama.organisasi karang taruna  yang menjadi studi kasus. Organisasi ini memiliki visi kreatifitas, jauh dari narkoba, taqwa, dan semangat yang tinggi dalam berbuat kebaikan. Kemudian misinya adalah menjadikan pemuda-pemudi didesa Sukonilo menjadi lebih mempunyai pengalaman dalam berorganisasi dan mempererat silaturahmi diantara mereka serta membantu masyarakat yang membutuhkan tenaga dan kreatifitas golongan muda. Visi dan misi dari organisasi ini sudah terealisasikan karena mereka benar-benar menjadikan citra pemuda-pemudi sebagai bagian dari masyarakat yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.








BAB III. PENUTUP

Demikianlah makalah tentang organisasi karang taruna ini, semoga bermanfaat bagi kita semua dan dapat menambah pengetahuan kita yang tidak kita ketahui sebelumnya.

KESIMPULAN

Karang Taruna sebagai wadah pemuda Indonesia, yang merupakan lapisan terbesar segmen kependudukan di tanah air, melalui berbagai pendidikan dan ketrampilan diharapkan mereka menjadi aktif dan produktif dan pada akhirnya dapat hidup secara mandiri. Budaya organisasi yang terdapat pada karang taruna memang tidak seluruhnya tertulis, namun telah menjadi sebuah ikatan yang menjadi tolak ukur dalam berprilaku. Terdapat beberapa indikator dalam budaya organisasi diantaranya, pertama adalah kreatifitas masing-masing individu dalam menjalani kehidupannya, mereka berhak mengikuti organisasi lain asalkan tetap bertanggungjawab terhadap ketentuan organisasi. Kedua, adanya sikap toleran diantara anggota bila salah satu anggotanya melakukan kesalahan dalam berupaya melakukan sebuah inovasi. Ketiga kepemilikan hak dan kewajiban yang sama dalam berorganisasi. Terakhir yang keempat adalah adanya sistem penghargaan bagi anggota yang baik dalam mengikuti aturan dan tugas dan sangsi bagi anggota yang lalai dalam mengikuti aturan dan tugasnya.

SARAN

Karang Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial. Dengan adanya organisasi karang taruna ini, saran saya adalah dapat menumbuhkan tali persaudaraan dan rasa kesatuan antara sesama masyarakat. Untuk itu diperlukan adanya kerja sama antara setiap anggotanya.