Wednesday, 27 March 2013

Duren Kaligesing

Standard

Duren Kaligesing Lan Sejatining Hurip

11th January 2012

Kita musti banyak belajar dari cara hidup masyarakat Kaligesing di musim durian.
Ketika musim durian tiba, hampir semua sudut kota Purworejo penuh dengan pedagang durian. Pemandangan ini pada prinsipnya sama dengan pemandangan daerah lain ketika musim buah-buahan tiba. Sebut saja misalnya ketika musim mangga tiba, maka daerah sepanjang Indramayu di Jawa Barat atau Probolinggo di Jawa Timur penuh dengan pedagang mangga musiman. Demikian juga di Purworejo, saat musim durian tiba, pedagang durian musiman bagaikan laron di musim hujan. Di pasar-pasar, di emper toko, di pinggir jalan, bahkan di halaman masjid, penuh dengan durian. Saat musim durian tiba, stok durian di Purworejo berlebih, dampaknya harga durian terjun bebas hingga Rp 3000 per buah.
durian kaligesing
Ada beberapa wilayah di Purworejo yang merupakan sentra perkebunan durian, seperti Loano, Gebang dan Bruno, tetapi penghasil durian terbesar di Purworejo adalah wilayah Kecamatan Kaligesing. Kaligesing adalah nama salah satu dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kecamatan dengan luas 69 km² ini memiliki jumlah penduduk sekitar 35.562 jiwa menurut data BPS tahun 2000. Kecamatan yang berada di perbukitan ini memiliki 21 desa atau kelurahan.
Kaligesing memiliki banyak keunikan. Ia bahkan lebih terkenal bila dibandingkan kecamatan lain di Purworejo. Nama Kaligesing menasional setidaknya karena beberapa hal seperti, tempat kelahiran Pahlawan Nasional WR Supratman, Kambing Ettawa, Goa Seplawan , Tari Dolalak, dan Duren Kaligesing.
Masyarakat di sekitar Purworejo sudah mafhum dengan “kehebatan” durian Kaligesing. Dulu, ketika musim liburan semester, teman saya yang kebetulan kuliah di UGM selalu main ke Kaligesing berburu durian. Pada musim durian, kota Purworejo menjadi “hidup”. Pecinta durian dari Wonosobo, Magelang, Kebumen, Jogjakarta berbondong-bondong ke Kaligesing untuk menikmati durian yang memang punya rasa khas. Bahkan, ada teman saya dari Jakarta, seorang lawyer yang rela ke Purworejo hanya untuk menyantap durian Kaligesing.
Mengapa durian Kaligesing punya daya “magis” sehingga banyak orang merindukannya? Iya, karena durian ini berbeda rasa dengan durian lain, meski sama-sama dari Purworejo. Kualitas rasa durian Kaligesing terjaga sejak zaman dulu hingga sekarang. Tak heran kalau banyak orang yang bilang ,”jangan bilang pecinta durian kalau belum makan durian Kaligesing”.
Rahasia Di Balik Rasa
Keistimewaan durian Kaligesing ada pada rasanya. Sulit dilukiskan dengan kata-kata. Yang jelas manis, legit, nyamleng, dan tidak bikin mual. Jika tidak ingat kolesterol, maka orang akan makan durian Kaligesing sepuasnya dan sekenyangnya sampai mblenger .
Keistimewaan ini bukan tanpa usaha. Awal Januari 2012, kebetulan ke Purworejo dan bertemu dengan teman saya yang asal usulnya dari Kaligesing. Teman saya ini sekarang tinggal di Jakarta, orang tua di Gebang. Ia memiliki silsilah dari Kaligesing. Setiap kali musim durian, keluarga yang di Gebang selalu dikirimi durian. Saya penasaran dengan kehebatan durian Kaligesing, lalu saya banyak tanya terhadap teman saya ini. Ia lantas bercerita.
Menurutnya, durian Kaligesing berbeda dengan durian lain karena buahnya masak dari pohon, tidak dipetik sebelum jatuh. Durian Kaligesing tidak diimbu sebagaimana durian-durian lain. Durian Kaligesing matang bukan karena disimpan, tetapi matang secara alami.
Masyarakat Kaligesing, kata teman saya, punya tradisi yang dipertahankan sejak dulu sampai hari ini untuk menjaga kualitas duriannya. Setiap kali musim durian, masyarakat se-Kaligesing sudah paham dengan aturan tak tertulis, bahwa siapapun dilarang memetik durian. Masyarakat sepakat durian sengaja dibiarkan jatuh dengan sendirinya. Masing-masing orang yang memiliki pohon durian wajib menjaga duriannya, baik siang atau malam hari. Setiap orang yang punya pohon durian wajib ronda menjaga duriannya.
Jika kebetulan ada orang yang melihat durian tetangga jatuh, maka orang itu wajib melaporkan durian itu kepada pemiliknya. Ia dilarang menyembunyikan apalagi memilikinya. Jika melanggar, ndilalahnya ada saja sial yang dialaminya. Atau bisa jadi, tetangga yang lain ramai-ramai mencemoohnya.
Jika ada orang yang memaksakan diri memanen duriannya dengan cara memetiknya, maka orang itu akan terkucil dengan sendirinya. Jika ada orang yang menyembunyikan durian tetangga yang tidak diketahui pemiliknya, orang itu lama kelamaan akan mengakui, bahwa ia telah nyolong durian tetangga. Maka, di Kaligesing tidak ada pedagang yang membeli durian yang masih di atas, apalagi dengan sistem ijon, sebagaimana yang dilarang syariat Islam.
Tradisi ini terpelihara sejak ratusan tahun yang lalu, hingga kini. Hebatnya, masyarakat Kaligesing seolah satu suara, koor dan sepakat mempertahankan tradisi yang luar biasa ini. Maka, tidak heran kalau Kaligesing adem ayem dan aman tenteram, karena setiap orang memiliki kesadaran yang tinggi. Setiap orang tahu betul hak dan kewajibannya dan setiap orang tahu sanksi yang bakal diterimanya jika melanggar aturan itu.
Hikmah yang Terkandung
Berkaca dari pola hidup masyarakat Kaligesing dalam hal menjaga cita rasa duriannya, maka sejatinya orang hidup di mana pun, sejatining hurip, setiap orang harus bisa menahan diri, harus bisa menempatkan diri, dan harus bisa menjaga diri. Masyarakat Kaligesing bisa menahan diri untuk tidak terburu-buru memanen durian. Masyarakat Kaligesing bisa menempatkan diri untuk tidak menyerobot durian tetangga yang jatuh. Masyarakat Kaligesing bisa menjaga diri untuk tetap mempertahankan ciri khas durian “miliknya”. Masyarakat Kaligesing sepakat “berpuasa “ untuk memetik hasil yang maksimal. Dan, hasil maksimal itu adalah sebagaimana yang saya dan Anda semua rasakan, “Duren Kaligesing memang Beda
Prestasi dan perjuangan masyarakat Kaligesing seharusnya mendapatkan perhatian dan apresiasi dari pemerintah daerah. Setidaknya pemerintah bisa membantu mengampanyekan potensi ini hingga ke luar daerah, jika perlu ke tingkat nasional. Lebih jauh pemerintah daerah harus bisa menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa durian Kaligesing memiliki keunikan tersendiri, sebelum diklaim oleh daerah lain atau oleh Malaysia. Itu saja. Sri Widodo Soetardjowijono.

thank's to :
http://bloggerpurworejo.com

Asal Usul Kaligesing

Standard

ASAL-USUL KALIGESING 

Adalah seorang putri bernama Talakbroto.Pada masa hidupnya konon ia dikenal sebagai putri yang sangat molek dan berambut sangat panjang.Karena panjangnya,sehingga bila hendak mengadakan suatu perjalanan harus ada beberapa orang pengawal yang memegangi rambutnya.Sebab rambutnya sulit dibuat sanggul atau diikat.

Berita kecantikan Talakbroto tersebar kemana-mana dan banyak pria yang terarik padanya.Namun belum ada yang berani melamarnya.Karena mereka semua tahu bahwa ia putri dari Brojosingo seorang yang sangat disegani dan ditakuti di daerah itu.

Pada masa mudanya,Brojosingo adalah salah satu prajurit Majapahit yang sangat sakti.Brojosingo bersama Brojonolo dan Brojotoko pernah mendapat tugas untuk memimpin prajurit majapahit melawan kadipaten Blambangan yang saat itu mau memberontak.

Meskipun mereka semua orang sakti,namun pada kenyataannya tak ada yang mampu melawan keampuhan gada wesi kuning milik Menak Jinggo,adipati blambangan ketika itu.

Karena kalah perang,tiga senopati itu malu dan takut pulang ke Majapahit.Brojosingo bersama istri dan dua anaknya,Caranggesing dan Talakbroto lari kebarat sampai kepegunungan menoreh.Ditempat barunya ia hidup sebagai petani.

Sedangkan anaknya Caranggesing setelah dewasa sangat ditakuti orang.Ia bersifat sangat keras kepala.Pada suatu hari Caranggesing berkuda untuk menikmati pemandangan alam.Saat ditengah perjalanan tiba-tiba kudanya berhenti karena didepannya ada rumpun bambu yang roboh dan menghalangi jalan.Rumpun bambu itu kemudian dihancurkan dengan kedua tangannya.Namun bukan hanya bambu yang hancur tapi juga batu disekitarnya.Dari kejadian itu kemudian tempat tersebut sekarang bernama watu belah.

Suatu hari Talakbroto yang sudah beranjak remaja sedang bermain dan mandi bersama temannya disungai.
Karena rambut Talakbroto begitu panjang,maka banyak ikan-ikan yang terjaring dirambutnya.Ia dan teman-temannya berebut ikan tersebut.Setelah puas mandi dan mengambil ikan iapun pulang.

Sesampai dirumah ia ditanya perihal ikan tersebut oleh Caranggesing.Talakbroto menceritakan hal yang sebenarnya.Namun sang kakak tak percaya,justru malah menuduh adiknya telah berbuat mesum dengan pencari ikan disungai.

Mendengar tuduhan kakaknya yang tanpa bukti ia sangat sakit hati.Tanpa pikir panjang Talakbroto menyambar keris kakaknya dan langsung memotong rambutnya.
Setelah memotong habis rambutnya,Talakbroto menikamkan keris itu tepat di dadanya.Dan meninggallah Talakbroto saat itu juga.


Caranggesing sangat terkejut,ia tidak menyangka adiknya akan berbuat senekat itu.Lebih terkejut lagi,ketika ia hendak memeluk adiknya tiba-tiba jenazahnya melayang dan menebarkan bau harum.Ini membuktikan bahwa Talakbroto masih suci.Caranggesing pun pingsang seketika.Dalam pingsannya ia merasa ditemui adiknya.

"Sikap kanda sangat memalukan.Tak pantas hal itu diperbuat oleh ksatria.Menuduh seenaknya tanpa bukti,yang permasalahannya dari rambutku.Maka sampai akhir zaman kelak,tak ada gadis daerah ini yang dapat memanjangkan rambutnya.Terlebih lagi keturunan Brojosingo"

Setelah siuman Caranggesing menangis dan menyesali perbuatannya.Begitu juga dengan brojosingo setelah mengetahui apa yang terjadi.Setelah agak lama termangu,akhirnya Brojosingo berkata.
"Sejak hari ini,tempat kejadian ini akan kuberi nama Desa Kaligono.Kali yang berarti sungai,karena Talakbroto meninggal setelah mandi disungai.Dan gono berarti dewa pendidikan,agar kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua,agar kita tidak boleh menuduh orang tanpa bukti.Sedangkan sungai tempat Talakbroto mandi beserta desa-desa disekitarnya kunamakan Kaligesing.Karena sungai ini membuat Caranggesing dan adiknya bersengketa hingga salah satunya menjadi korban.
"

Dan hingga saat ini daerah tempat tinggal Caranggesing tersebut bernama desa Kaligono dan sungai serta daerah disekitarnya bernama Kaligesing.Dan hingga saat ini menjadi nama kecamatan. 

Kecamatan Kaligesing

Standard

Kaligesing adalah kecamatan dikabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Kecamatan Kaligesing terletak diujung timur Kabupaten Purworejo dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Kulon progo provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta, disepanjang pegunungan menoreh.
Sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Bagelen, sebelah barat dengan Kecamatan Purworejo, dan sebelah utara dengan Kecamatan Loano.
Kecamatan Kaligesing mempunyai luas wilayah 74,73 Km persegi yang terdiri dari 21 desa, yaitu:

Sunday, 17 March 2013

Referensi Perjalanan

Standard
1. BUS

Sinar Jaya Dari Terminal Lebak Bulus


















2.Sumber Alam (pilih jurusan Kutoarjo atau Jogja)






















Rosalia Indah ( pilih jurusan Jogja atau Purworejo)
















Turun di terminal purworejo dan pilih jalur AA

















yang menuju ke Pasar Baledono, turun di luar terminal angkot sebelum pasar baledono, lalu jalan kaki +- 500 meter menuju ke Pasar Baledono (tanya saja orang Orang pasti tau ), setelah sampai di pasar baledono cari pangkalan angkot jurusan Purworejo -Kaligesing (ongkos sekitar 6000).
Minta turun di Sedandang kalau diturunin di Kecamatan naik ojek 10000 minta antar ke Pagertengah

2.Pesawat

Untuk moda transportasi ini bisa semuanya turun di Jogjakarta lalu cari Bus yang menuju ke Purworejo untuk rutenya sama ..turunnya di Terminal Purworejo dan dilanjutkan sama seperti naik Bus

Saturday, 16 March 2013

Cara Membuat PLL Pemancar Fm

Standard

Cara Membuat PLL Pemancar FM Stereo dan Boster FM 25 Watt

Cara Membuat PLL Pemancar FM Stereo + Booster FM 25 Watt. Sebenarnya ini kegiatan lama yang berlangsung kira-kira 9  tahun yang lalu sekitar tahun 1999/2000, namun tidak ada salahnya kalau hal itu saya posting sekedar untuk berbagi/sharing sesama Hobies Elektronika Frekuensi tinggi. Siapa tahu bisa dijadikan referensi dan bermanfaat juga bagi yang lain…  Saat itu memang lagi Ngetrend Broadcasting FM Eksperimenter. Saat-saat dimana mulai akan bermunculan Stasiun-stasiun Pemancar FM Stereo Broadcast tanpa Ijin (kalaupun ijin paling-paling cuma ijin Lokal).
Para Hobies Elektronika Radio Frekuensi khususnya VHF saat itu berusaha bagaimana cara membuat Pemancar FM baik Mono maupun Stereo dengan segala keterbatasan komponen yang ada saat itu. Memang saat itu untuk mendapatkan komponen2 tertentu sangatlah sulit dan kalaupun ada harus dibayar dengan biaya cukup mahal baik dari harga komponen maupun cara mendapatkannya. Waktu itu di tempat saya untuk mendapatkan komponen tertentu harus rela ke pasar Genteng Baru Surabaya yang berjarak sekitar 200 km dengan waktu tempuh sekitar 10  jam p-p :)
Akhirnya dengan segala keterbatasan yang ada, saya mulailah cara Pembuatan PLL Pemancar FM Stereo + Boster 25 Watt tersebut dengan merancang Skema MPX, Osilator, PLL, Booster dan sebagainya. Berikut Spesifikasi Pemancar FM Stereo  + Boster 25 Watt yang saya buat saat itu :
1. MPX Stereo :
  • Menggunakan Sistem Sampling untuk membangkitkan 38 kHz – DSBSC
  • Digital MOSFET Osilator dengan kristal 456 kHz sebagai resonatornya dan beberapa pembagi MOSFET
  • Low Noise op-amp menggunakan 4 buah op-amp yang dibangun menggunakan 2 buah IC MC1458
  • 3 tingkat 15 kHz pasif Low Pass Filter fixed 12 kHz frekuensi lancung
  • Vcc +12 Volt DC
  • - 26 dB L – R  Separation
2. Osilator + PLL + Buffer :
  • 87,5 MHz – 108,5 MHz Frekuensi Range
  • Osilator Pemancar FM menggunakan FET dengan 2 buah Varaktor MV2105
  • FET Buffer 1 nd Osilator
  • PLL dengan TC9122P (Saat itu IC PLL yang ada memang baru IC tersebut yang bisa saya dapatkan)
  • Display Frekuensi kerja PLL menggunakan IC TTL dan 4 Seven Segmen
  • Very Fast Lock PLL. Hanya perlu waktu kurang dari 0,25 detik PLL untuk Lock
  • Dilengkapi PLL Lock  Circuit Sensor. Rangkaian ini berfungsi untuk mendeteksi Lock PLL sehingga Buffer 1 Watt pada PLL akan ON saat PLL Lock. Sehingga Boster 25 Watt Pemancar juga baru ON (mendapat sinyal input) setelah PLL Lock. Jadi selama PLL belum Lock maka Boster Pemancar FM Stereo 25 Watt tetap OFF
  • LED Lock Indikator
  • 4 buah DIP Switch untuk Setting Frekuensi Kerja PLL
  • Vcc +12 Volt DC
  • 12 MHz Swing Setting Osilator. Hanya perlu 2 kali Adjustment koker untuk bergeser dari frekuensi 88 MHz – 108 MHz
  • 1 Watt Power Output menggunakan C2538 dengan Low Pass Filter
3. Boster Pemancar FM 25 Watt :
  • 50 Ohm Output Impedance
  • Driver dengan C1971 dan Final dengan C1946A
  • 87,5 MHz – 108,5 MHz Frekuensi Range
  • 25 Watt Power Output Flat. Daya Output rata 25 Watt mulai 87,5 – 108,5 MHz
  • Vcc +13,8 Volt DC
  • Potensio Adjustment Power (daya output pemancar FM dapat diatur 0 Watt – 25 Watt dengan memutar power potensio di panel depan)
  • Type Phi – Output Low Pass Filter dengan redaman harmonisa  yang sangat bagus (menurut pendapat saya) :d
  • One Tune Trimer Capasitor 5 – 100 pF
4. Power Suply, Ada 2 Power Suply :
  • Switching Power Suply Komputer Type Lama (Built-Up). Diambil +12 Volt untuk mensuplay PLL, MPX Stereo, Level Indikator dan Kipas Pendingin. Sementara +5 Volt untuk Rangkaian Digital Dispaly Frekuensi pada Seven Segmen
  • +13,8 VDC – 10 Ampere Switching Regulator untuk mensuplay Boster 25 Watt
5. Soft-Start Circuit :
  • Menggunakan Aktif  Soft-Start Circuit dengan Full-Contact Time Delay  1 detik. Rangkaian ini untuk mengantisipasi Arus Sentak yang cukup besar saat pertama Pesawat dihidupkan
Berikut Dokumentasi dari Pesawat PLL Pemancar FM Stereo + Boster FM 25 Watt yang saya buat saat itu :
Rangkaian MPX Stereo + Audio LPF :
Rangkaian FET Osilator + PLL :
PLL Lock Internal LED Indikator :
MPX Stereo + PLL Osilator + Booster 25 Watt :
Switching Regulator + Soft Start Circuit :

102,3 MHz  PLL Test Display + LED  Lock Indikator :

Seluruh PCB untuk rangkaian di atas saya buat menggunakan bantuanSoftware Designer PCB v1.54 melalui Teknik Gambar menggunakan Komputer. Pembuatan PLL Pemancar FM Stereo + Boster FM 25 Watt tersebut di atas memang masih perlu pengembangan diantaranya adalah penambahan SWR Protektor pada bagian akhir setelah RF Power Amplifier c1946A dan Low Pass Filter.
Dari hasil uji ketahanan, Pesawat PLL Pemancar FM Stereo + Booster  FM 25 Watt tersebut sudah saya uji ON-Air selama lebih dari 10 x 24 jam Non-Stop dengan Power Maksimal pada 25 Watt beban Antena dengan SWR 1 : 1,05 dengan hasil cukup memuaskan sebagai berikut :
  • Suhu Pendingin Boster Stabil
  • Suhu Switching Regulator Stabil
  • Kualitas Audio Stabil
  • Daya Output Stabil pada 25 Watt
  • MPX L – R Separation stabil
  • Osilator + PLL Stabil tanpa Adjustment ulang Koker
  • Frekuensi Stabil
  • RF Output Low Pass Filter Filter Stabil
  • SWR Stabil pada 1 : 1,05
Selain itu penambahan Daya Output perlu dilakukan mengingat 25 Watt belumlah cukup. Saat  itu (tahun 2000) memang sudah memenuhi syarat untuk Broadcasting, namun untuk saat ini paling tidak harus minimal 200 Watt (2 x SC2694). Sampai saat ini, meskipun sudah 9 tahunan dan sudah tidak ON-AIR lagi, Pesawat PLL Pemancar FM Stereo + Booster FM 25 Watt tersebut masih Oke dan masih dapat dioperasikan. Untuk Teknik Pembuatan PCB Secara Praktis silahkan baca Cara Praktis Pembuatan PCB.

Cara membuat Pemancar FM Sederhana

Standard

Membangun Sendiri Pemancar FM Komunitas

Sumber: Onno W. Purbo
Pada masa lalu, para aktifis harus berfikir dua kali sebelum membangun pemancar FM karena kemungkinan besar akan di sweeping aparat.
Berkat perjuangan rekan-rekan bawah tanah aktifis radio FM komunitas yang terkait pada banyak jaringan radio di Indonesia akhirnya pemerintah mengeluarkan Undang-Undang no. 32 tahun 2002 tentang penyiaran yang mengakui keberadaan lembaga penyiaran komunitas pada bagian enam pasal 22 sampai dengan pasal 24. Komunitas disini dapat berupa sekolah, tempat ibadah (masjid / gereja), RT, RW, karang taruna dll. Ijin radio komunitas dapat dimintakan ke Komite Penyiaran Indonesia (KPI) yang detail formulir maupun alamatnya dapat di lihat di Web KPI http://www.kpi.go.id. Pengalaman beberapa rekan di Jakarta ijin radio komunitas relatif mudah dan tidak mengeluarkan biaya. Tapi beberapa rekan di daerah, tampaknya masih memperoleh kesulitan dengan KPI daerah baik dari sisi prosedur maupun dari sisi setoran.
Detail teknis pemancar FM komunitas dijelaskan dengan lebih rinci pada Keputusan Menteri Perhubungan no. 15 tahun 2003 yang di tanda tangani oleh Pak Agum Gumelar. Beberapa hal yang penting yang perlu di perhatikan, kuat daya pancar maksimum 25Watt (kira-kira equivalen dengan ERP di antenna maksimum 50Watt). Dengan ketinggian tower maksimum 20 meter. Jangkauan maksimum yang di ijinkan hanya 2.5km atau 1-2 Rukun Warga saja. Polarisasi antenna bisa vertikal, horizontal maupun sirkular. Channel yang dapat digunakan untuk radio komunitas hanya 107.7MHz, 107.8MHz, 107.9MHz. Di Jakarta mungkin agak berbeda sedikit karena 107,8MHz digunakan oleh radio milik POLDA, maka rekan-rekan komunitas FM banyak menggunakan 107.6, 107.7 dan 107.9MHz.
Pemancar FM Broadcast Komunitas
Frekuensi    107.7, 107.8 & 107.9MHz
Max Power    50 Watt ERP
Tinggi Tower 20 meter
Ijin         harusnya GRATIS dari KPI
Bagaimanakah bentuk pemancar FM komunitas? Berapa investasinya? Dimana memperoleh peralatan tersebut? barangkali pertanyaan-pertanyaan praktis ini banyak di cari jawabnya oleh banyak rekan pemula radio.

Blok diagram pemancar FM Komunitas sangat sederhana sekali. Pada gambar di bawah tampak blok sebuah pemancar FM komunitas sederhana,
Sebuah pemancar FM komunitas menerima masukan dari Mixer berupa audio stereo dengan keluaran berupa sinyal radio yang di masukan ke antenna melalui kabelcoax.
Suara dan musik dimasukan ke mixer sebelum di masukan ke pemancar FM. Minimal sekali kita memerlukan beberapa microphone (mike) untuk penyiar berbicara, di samping itu akan membantu jika kita mempunyai semacam MP3 Player. Dengan semakin murahnya harga komputer, pada hari ini kebanyakanpemancar FM akan menggunakan komputer untuk memutarkan lagu karena stok / perpustakaan lagi menjadi sangat banyak sekali. Untuk sebuah sistem yang sederhana anda dapat menggunakan MP3 Player di komputer seperti Winamp (di Windows) atau XMMS (di Linux). Lagu-lagu dapat di peroleh dari CD-CD MP3 yang banyak di jual oleh pengecer CD, memang harus di akui bahwa sebagian besar CD tersebut adalah bajakan.
Bagi mereka yang ingin lebih profesional, saya sarankan untuk menggunakan Linux Ubuntu dan menginstalasi software campcaster yang merupakan software untuk broadcast radio komunitas yang dapat secara gratis di ambil di http://www.campcaster.org. Teknik instalasiCampcaster memang bukan untuk pemula anda memerlukan pengetahuan tentang Linux untuk dapat menginstall Campcaster dengan baik.
Pertanyaan praktis, dimanakah memperoleh peralatan ini?

Mixer saya biasanya membeli di toko elektronik sekitar Kembang Sepatu di daerah Senen Jakarta. Jangan membawa mobil kesana, karena memang tidak ada tempat parkir. Sebuah mixer paling kecil dengan empat (4) channel dapat di beli seharga Rp. 350.000,- , Mixer yang agak lumayan untuk radio komunitas biasanya sekitar delapan (8) channel yang harganya sekitar Rp. 450.000,- di Pasar Kembang Sepatu. Tentunya anda harus pandai memilih dan menawar untuk memperoleh harga sedemikian rendah.
Pada gambar tampak mixer dan komputer Linux Ubuntu dengan campcaster padaKerm.IT FM, yang di operasikan oleh Kelompok Remaja Melek IT (Kerm.IT) di kemayoran Jakarta.
Kabel-kabel audio untuk mikrofon maupun untuk sambungan dari mixer ke berbagai peralatan audio maupun ke pemancar yang bagus biasanya menggunakan kabel buatan Jepang. Harga kabel audio stereo antara Rp. 3000-5000 / meter biasanya bisa di beli di Glodok yang lama.

Terakhir adalah Pemancar FM Boardcast komunitas. Pengalaman saya kalau mencari di Jakarta biasanya harganya lumayan mahal. Tampaknya banyak pembuat pemancar FM boardcast di Jawa Timur. Hal ini dapat anda deteksi dengan mudah melalui situs BEKAS.COM http://www.bekas.com pada kategori alat komunikasi pada bagianRadio Amatir. Dari sekian banyak pembuat radio pemancar FM boardcast yang relatif murah tapi masih berkualitas tampaknya saudara Dwi Hartanto, yang beralamat di Jl. Sultan Hasanudin III/16 , Tulungagung 66224, Jawa Timur yang dapat dihubungi melalui e-mail ke info@aircom-rf.com atau dwi_hartanto@telkom.net . Produk Pemancar FM boardcastnya dapat di lihat di situs beliau http://www.aircom-rf.com.
Jika kita lihat peralatan di dalam-nya sebetulnya relatif sederhana sekali. Sebuah pemancar FM komunitas hanya terdiri dari pembangkit frekuensi tinggi yang dapat diatur frekuensinya, sebuah power amplifier 25 Watt dan sebuah stereo enkoder.
dari kiri ke kanan, Rachmat, Zaenal, Andi sedang memasang antenna
Karena ketinggian tower di batasi hanya 25 meter, cara paling sederhana untuk menaikan antenna bagi pemancar FM komunitas ini adalah dengan memasang antenna ¼ panjang gelombang pada pipa ledeng. Cara paling mudah adalah mengikatkan terlebih dulu antenna ke pipa ledeng, baru di tegakan pipa ledeng tersebut. Tampak pada gambar beberapa anggota Kerm.IT (Kelompok Remaja Melek IT) di kemayoran Jakarta seperti Zaenal, Rahmad, dll. sedang menaikan antenna radio pemancar FM stereo-nya.
Total biaya pembuatan sebuah stasiun pemancar FM komunitas sama sekali tidak mahal. Pemancar FM stereo 25Watt beserta antenna ¼ panjang gelombang dan ongkos kirim dari Tulungagung dapat di peroleh dengan biaya Rp. 1.8 juta-an, Mixer dapat di peroleh sekitar Rp. 350-450.000,- di Kembang Sepatu Senen. Dengan kabel-kabel mikrofon, kabel coax dan pipa ledeng akan menghabiskan sekitar Rp. 2.5-3 juta sebuah pemancar FM stereo 25 Watt untuk komunitas dapat memancar.
Mudah-mudahan tulisan ini dapat menggugah anda semua untuk mulai memberdayakan lingkungan sekitar kita di sekolah, di RW, di majid atau tempat peribadatan untuk siaran radio.
Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat.


Agaknya kalau membuat radio sederhana ini bisa mengatasi keluhan susah sinyal di desa kita, semoga dapat membantu

Sunday, 10 March 2013

Standard

Petunjuk arah mengemudi ke Kecamatan Kaligesing Dari Jakarta
Rute ini memiliki tol.
Jakarta
Indonesia
1. Ke arah barat daya di Jalan Padangmenuju Jalan Padang Panjang
150 m
2. Belok kiri menuju Jalan Padang Panjang
49 m
3. Belok kanan menuju Jalan Doktor Saharjo
1,9 km
4. Terus ke Jalan Profesor Doktor Supomo
1,7 km
5. Belok kiri menuju Jalan Letnan Jenderal MT Haryono
550 m
6. Ambil jalan di kanan menuju Jalan Tol Dalam Kota
Jalan tol
3,6 km
7. Terus ke Jalan Tol Jakarta - Cikampek
Jalan tol sebagian
73,1 km
8. Belok kiri menuju Jalan Raya Cikopo
1,9 km
9. Belok kanan menuju Jalan By Pass Jomin
1,9 km
10. Belok kanan menuju Jalan Jenderal Sudirman
27 m
11. Terus ke Jalan Pangulah
3,7 km
12. Terus ke Jalan Pangulah Raya
4,4 km
13. Terus ke Jalan Balong Gandu
1,8 km
14. Terus ke Jalan Prapatan - Sentra
1,3 km
15. Terus ke Jalan Sarengseng - Kalisumber
3,9 km
16. Terus lurus ke Jalan Ciasem - Margaluyu
2,5 km
17. Terus ke Jalan Patokbeusi
1,8 km
18. Terus ke Jalan Ciasem - Margaluyu
4,2 km
19. Terus ke Jalan Ciasem
11,4 km
20. Terus ke Jalan Pamanukan
4,9 km
21. Terus lurus untuk tetap di Jalan Pamanukan
2,4 km
22. Belok sedikit ke kanan untuk tetap diJalan Pamanukan
3,5 km
23. Terus ke Jalan Pusakanagara
9,1 km
24. Terus ke Jalan Indramayu
42,0 km
25. Belok sedikit ke kanan menuju Jalan Ujung Jaya
8,3 km
26. Terus lurus ke Jalan Ujung Jaya
250 m
27. Terus ke Jalan Bango Dua - Widasari
3,2 km
28. Terus ke Jalan Indramayu - Cirebon
27,6 km
29. Ambil jalan ke Cirebon/Kuningan/Losari/Semarang
Jalan tol
300 m
30. Bergabung ke Jalan Tol Palimanan - Kanci
Jalan tol
25,9 km
31. Terus ke Jalan Tol Kanci - Pejagan
Jalan tol
400 m
32. Terus ke Jalan Tol Bakrie
Jalan tol sebagian
34,2 km
33. Belok kanan menuju Jalan Ketanggungan - Tanjung
500 m
34. Terus lurus ke Jalan Ketanggungan - Tanjung
2,4 km
35. Terus ke Jalan Prapag - Ketanggunan
1,1 km
36. Terus ke Jalan Jenderal Sudirman
1,1 km
37. Belok kiri menuju Jalan Jenderal Ahmad Yani
350 m
38. Ambil 2 kanan menuju Jalan Ketanggungan - Margasari
3,5 km
39. Belok kiri untuk tetap di Jalan Ketanggungan - Margasari
4,0 km
40. Belok sedikit ke kiri menuju Jalan Ketanggungan - Margasari
2,2 km
41. Terus lurus ke Jalan Ketanggungan - Margasari
18,7 km
42. Belok kanan menuju Jalan Margasari - Bumiayu
19,4 km
43. Terus ke Jalan Brebes - Tegal
500 m
44. Terus ke Jalan Diponegoro
450 m
45. Belok kiri menuju Jalan Lingkar Selatan Negaradaha Bumiayu
5,6 km
46. Belok sedikit ke kiri untuk tetap di Jalan Lingkar Selatan Negaradaha Bumiayu
51 m
47. Terus ke Jalan Bumiayu - Ajibarang
19,4 km
48. Belok kanan menuju Jalan Raya Pancatan
11,4 km
49. Belok kiri menuju Jalan Lingkar Timur
800 m
50. Terus lurus ke Jalan Lingkar Timur
1,2 km
51. Terus ke Jalan Raya Klapagading
1,2 km
52. Terus ke Jalan Raya Jatilawang
8,6 km
53. Terus ke Jalan Brigadir Jenderal HM Bahrun
2,5 km
54. Belok sedikit ke kanan menuju Jalan Banyumas - Cilacap
4,1 km
55. Belok kiri untuk tetap di Jalan Banyumas - Cilacap
8,8 km
56. Terus ke Jalan Raya Buntu
4,4 km
57. Terus ke Jalan Wijahan
3,2 km
58. Terus ke Jalan Banyumas - Cilacap
700 m
59. Terus ke Jalan Raya Sumpiuh
4,0 km
60. Terus ke Jalan Raya Tambak
3,4 km
61. Terus ke Jalan Banyumas - Kebumen
3,6 km
62. Terus ke Jalan Raya Kretek
4,5 km
63. Terus ke Jalan Yos Sudarso
7,8 km
64. Terus ke Jalan Raya Panjatan
3,2 km
65. Terus ke Jalan Revolusi
3,6 km
66. Terus ke Jalan Raya Sruweng
3,2 km
67. Terus ke Jalan Raya Giwangretno
1,5 km
68. Belok sedikit ke kanan menuju Jalan Raya Alternatif Luar Kota Kebumen
9,1 km
69. Belok kanan menuju Jalan Kali Putih
4,5 km
70. Terus ke Jalan Kutowinangun
4,1 km
71. Terus ke Jalan Banyumas - Kebumen
3,9 km
72. Terus ke Jalan Prembun
4,1 km
73. Terus ke Jalan Klepu
6,8 km
74. Terus ke Jalan Pangeran Diponegoro
3,1 km
75. Terus ke Jalan Gajah Mada
5,7 km
76. Terus ke Jalan Pangeran Diponegoro
300 m
77. Belok kanan menuju Jalan Lingkar Selatan
4,2 km
78. Belok kanan menuju Jalan Kulonprogo - Purworejo
400 m
79. Ambil kiri belokan ke- 1
3,6 km
80. Belok kiri
2,4 km
81. Belok kiri
2,7 km
82. Belok sedikit ke kiri
1,5 km
83. Ambil kanan belokan ke 1
250 m
84. Ambil kiri belokan ke- 1
260 m
85. Ambil kanan belokan ke 1
1,0 km
Kaligesing
Indonesia